Hilangnya rasa saling percaya

474 Words
Kehidupan di Desa sangatlah bertolak belakang dengan di Kota. Didesa menikah adalah hal wajib untuk perempuan yang sudah berumur 17 Tahun. dengan pikiran yang sederhana, khawatir anak perempuannya akan menjadi perawan tua adalah Aib yang sangat dihindari oleh Warga Desa. Walaupun calon pengantin prianya tidak bekerja, mereka rela untuk memberikan hartanya yang penting anak gadisnya bisa mendapatkan pasangan untuk menikah. berbeda jauh dengan di Kota. Perempuan disana lebih mengutamakan Karier daripada menikah. Apalagi perempuan yang baru berumur 17 Tahun, sama sekali tidak memikirkan tentang pernikahan. Pernikahan adalah Momok mengerikan yang sering kali mereka hindari, dan kadang tidak peduli dengan anggepan orang tentang perawan tua. Karena Warga di Kota berpikir sangat Kritis tentang pernikahan, bagaimana nanti setelah menikah, apakah cukup modal untuk mengarungi Bahtera pernikahan. Tibalah Hari Bahagia yang telah lama diimpikan Shifa. Akhirnya mereka menikah dan status baru shifa sebagai Istri membuatnya  mempunyai banyak Impian dan cita-cita yang sudah digantungkan kepada Suaminya, Ari Cakra Dian. Shifa berharap hari-harinya sebagai Istri akan membuatnya semakin bahagia. Tapi itu hanya harapan belaka. Baru seminggu setelah pernikahannya, Shifa harus dengan berat hati mengetahui Ari adalah Suaminya dan Rini Istri pertamanya. "Eh Shifa! kamu harusnya sadar diri dong, Mas Ari itu suami ku, kaya ga ada laki-laki lain aja" tegas Rini dengan nada jijik melihat Shifa telah merebut Mas Ari. "Mbak, klo saya tau Mas Ari sudah berkeluarga. Saya juga ga bakal mau terima perjodohan itu. sekali lagi mohon maaf bukan bermaksud untuk merebut suami orang" terang Shifa menjelaskan sambil menangis menahan luka dihatinya mengetahui suami dan keluarganya tega membohongi dirinya. Ari yang mengetahui hal tersebut, langsung mendatangi Rini, memaki dan memukulinya sampai babak belur. "Apa maksud kamu Rini? kamu mau mempermalukan Mas? sampai Shifa pergi meninggalkan Mas, kamu tau akibatnya!" ancam Ari kala itu. Sesampainya dirumah Ari melihat Shifa menangis didalam kamar, Ia coba datang menghampirinya. "Dek.. Maafin Mas" pinta Ari kepada Istri mudanya. "Kenapa kamu bohong Mas? kenapa harus berbohong? kamu udah bohongi aku dan papah mas.. tega kamu.." Shifa tidak menyangka suaminya tega membohongi keluarganya. "Mas terpaksa Dek, tolong maafkan Mas" Ari memohon kepada Shifa, "Mas bener-bener sayang sama kamu, Mas janji ga bakal ngulanginnya lagi" sesalnya kemudian. Shifa berusaha untuk memaafkan Ari, Ia juga teringat dengan pesan papah, yang meminta berusaha keras menjaga pernikahannya agar tidak bercerai.  akhirnya Shifa coba untuk tidak memberitahu Bey tentang kebohongan suaminya tersebut. Bagai Sayur kurang garam, pernikahan Shifa dan Ari menjadi hambar. Sekuat apapun Ia mencoba untuk melupakan dan memaafkan. Semakin kuat juga kecewa yang dirasakannya. Tidak ada lagi calon Istri yang bahagia, berusaha untuk mengurusi suami, menjadi Ibu yang baik untuk anak-anaknya kelak.  Semua harapan dan cita-citanya telah hancur berkeping-keping. Ari yang mengetahui perubahan Shifa awalnya mencoba bersabar, Ia sadar ini semua akibat dari kesalahannya. Berharap dengan berjalan waktu, Istri mudanya akan memaafkan dan kembali riang seperti dulu saat pertama bertemu. Tapi nasi sudah jadi bubur! penantian Ari tidak membuat Shifa kembali seperti dulu. dan akhirnya Ari menjadi curiga, Istrinya mempunyai pria lain yang membuat Shifa menjadi dingin seperti sekarang ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD