"Raiza!" jerit Crisy terjaga dari tidurnya. Napas tersengal dengan keringat dingin membasahi badan. Memindai seluruh ruangan dengan gelisah. "Cris, ada apa?" Suara pintu terbuka menampilkan sosok Raiza yang baru saja selesai mandi. Tungkainya melangkah cepat memeluk kekasihnya yang gelisah. "Ada apa, Sayang, kau mimpi buruk?" Netra Crisysian memandang lekat pada sosok Raiza yang menatap dengan dahi berkerut. "Kau tak akan pergi, 'kan? Kupikir kau sudah pergi dan yang kualami kemarin hanya mimpi." Raiza tersenyum. Menarik kepala sang wanita dan mencium keningnya hangat. "Give me morning kiss," ucapnya sembari menurunkan wajah mencium bibir wanitanya. "Za ... eugh ...," desah, Crisy saat Raiza melumat bibirnya dengan sedikit kasar. Tubuhnya terdorong perlahan hingga kini posisinya terle

