Entah sudah berapa kali ia mondar-mandir di depan pintu ruang ICU. Ayahnya kembali mengalami penurunan kondisi padahal beberapa hari lalu dokter meyakinkannya kalau kondisi pria itu sudah semakin membaik. Angannya untuk segera terbang ke Korea luluh-lantah. Seakan hampir gila, masalah ini tak kunjung berakhir dan malah makin meruncing dengan terus bergulirnya pertengkaran demi pertengkaran di antara dirinya dan Crisy. Sudah tiga hari Crisy menolak panggilannya juga tak menjawab satu pun pesan yang dikirimkannya. Padahal hari ini Raiza sudah memutuskan untuk benar-benar meninggalkan ayahnya. Sudah mengemas pakaiannya ketika Valeri menelepon dari rumah sakit mengatakan keadaan ayahnya memburuk. Jika saja ia boleh berkata jahat, ingin rasanya ia berucap 'kenapa kau tak mati saja?' tapi tent

