Part 87

1620 Words

Beberapa kali ciuman mereka terlepas, tapi mereka mengulanginya kembali seakan tak akan ada hari lain untuk melakukannya. Sampai perih kembali menyerang perutnya, barulah Raiza menghentikan aksinya mencumbu birai sang istri. "Kupikir dengan memakanmu rasa laparku akan terobati, tapi rupanya kali ini perutku tak mau kompromi. Mungkin harusnya aku memakanmu secara utuh, Cris." "Lapar pun masih bisa berpikir mesum." Memukul manja d**a suaminya. Seketika amarah dan benci yang bergelayut di hati menguap sirna. Kehadiran Raiza sudah cukup jadi pelipur lara hati yang selama ini merana dalam sepi dan pertengkaran tanpa henti. Raiza tersenyum. Mencium kening istrinya, kemudian berucap syahdu, "pulang, yuk, Cris, aku lapar. Lihat penampilanku seperti gembel." Baru menyadari hal itu, Crisy melep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD