Part 88

1601 Words

Tarikan napas panjang jelas terdengar dari arah Crisy membuat Raiza menoleh. Menautkan jemari di tangan istrinya. "Maaf membebanimu dengan masalah ini." Crisy tersenyum mendengar ucapan suaminya. "Kita suami-istri, 'kan? Kata orang suami-istri itu bagai dua tubuh dalam satu jiwa, jadi rasa sakit tak bisa dirasakan sepihak. Jika kau terbebani, maka aku juga. Aku tak bisa bahagia sendiri." "Terkadang aku tak percaya kalau kau itu wanita yang manja, dan bar-bar. Karena kenyataan yang kutemui kau itu sangat bijak." "Itu karena kau yang membimbingku." Senyum Raiza mengembang, menarik kepala istrinya kemudian mencium keningnya. Keduanya baru saja menginjakkan kaki di Bandara Soekarno-Hatta. Kegugupan yang terpancar di wajah sang istri pun menguap sirna. Mobil jemputan yang disiapkan Devandr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD