Part 53

1528 Words

Gerbang bandara terlihat megah, Raiza menatapnya dengan tanpa kedip, hatinya tertinggal di sana, di negeri yang akan ditinggalkannya. Pria itu menghela napas. Mobil taksi pun masuk ke parkiran. Setelah melakukan pembayaran sang supir membantu mengeluarkan barang bawaan penumpangnya. Dengan perasaan kosong Raiza melangkah memasuki ruang keberangkatan. Ponsel dan tiket pesawat ke Indonseia ada di tangannya. Raiza tergugu sesaat memerhatikan layar ponselnya. Ia memperhatian berita di media. "Cih, baru saja aku akan membunuhnya, rupanya mereka sudah mati duluan." Lalu tungkainya pun melangkah. "Sepertinya kepergianku memang sudah mendapat restu. Ya, sudahlah kalau begitu." Sesaat Raiza menjeda langkah ketika melewati barisan tong sampah. Ia melirik kembali dua benda di tangan kanannya. Ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD