"Rumahnya gede," ucap Crisy mematut diri di depan gerbang sebuah rumah dengan gaya arsitektur modern. "Yakin yang mau kujaga tinggal sendiri?" "Iya, Cris, kalau rame-rame untuk apa dia minta dijaga. Dah, yuk masuk aja." Ivan menyeret gadis itu masuk ke dalam. "Gaji gede, nggak usah sewa rumah. Bos baik, nikmat apa lagi yang mau kau dustakan, Cris." "Aku belum dapat apa-apa. Baru teken kontrak aja." Crisysian mendengkus. Ivan terkekeh sebelum berdiri di depan pintu utama. Ia menekan bel. "Selamat pagi," sapanya pada sosok wanita berparas ayu dengan seragam maid. Kemeja putih rok hitam dengan epron motif kotak berenda senada dengan hiasan kepalanya. "Tuan Ivan?" tanya gadis itu menggunakan bahasa Indo membuat Crisy mengerutkan dahi. "Iya, itu aku dan ini Cris." "Ah, jadi kalian yang d

