Devandra keluar dari persembunyian setelah mobil Crisysian meninggalkan rumah itu. Dengan tergopoh Bi Narsih mendekatinya menyerah sebuah pesan yang ditulis di atas kertas notebook yang disobek kemudian dimasukkan ke dalam botol kecil yang jadi gantungan kunci tas Crisy. "Ini, Den. Non Cris tadi kasi ini, katanya pesan buat kakaknya jika nanti mampir ke rumah." "Terima kasih, Bi. Kalau nggak ada Bibi, aku nggak tau mesti ngapain." "Kenapa Aden malah sembunyi, sih, padahal Non Cris sangat senang. Coba Aden keluar, pasti Non Cris bakal seneng banget." Devandra tersenyum menanggapi ucapan asisten rumah tangganya. Tadi ia mendapat telepon dari Raiza kalau Crisy ingin mampir ke rumah lamanya sebelum berangkat ke Hongkong. Karena itulah Devan tak ingin menjadi pengganggu ketika gadis itu men

