Crisy menggeliat di balik selimut. Hari ini weekend jadi ia libur dan ingin bermalas-malasan di rumah. Menguap lebar, sambil sesekali menepuk mulutnya yang terbuka jadi kebiasaan yang menyenangkan di pagi hari. Masih posisi tidur terlentang, Crisy mengangkat bantal di sebelahnya. Ia memeluk erat. Hal yang pertama diingat olehnya adalah ketika orang misterius itu benar-benar mengganti ban mobilnya. Tuk, tuk, tuk. Pria itu mengetuk kaca jendela depan, karena Crisy memang sudah pindah ke kursi supir sesuai perintah si dewa penolong. "Pegilah, ban sudah terpasang, serepnya yang bocor juga sudah kumasukkan ke dalam bagasi." Pria itu langsung melangkah menjauh setelah menempel pesannya seperti yang sudah dilakukannya sejak tadi. Crisy yang masih takut, menatap kepergiannya. Pria itu mema

