Part 59

1656 Words

Semilir angin malam menyapa rambut perempuan cantik yang berdiri di atas London Bridge. Salju turun gerimis, orang-orang pun berselimut di balik mantel tebal. Tak terkecuali Crisy yang kini berdiri di sana menatap air sungai mengalir di bawahnya. Sesaat netra sang wanita menatap gedung tinggi tak jauh dari tempatnya berdiri. Bukan membenci kehadiran Devandra, tapi tak bisa dipungkiri pria itu dan setiap pertanyaannya mengusik batin yang sudah lama mencoba untuk menenangkan diri. "Hei, Nona." Suara seorang pria mengalihkan atensi. Tak jauh darinya sebuah mobil baru saja menepi, bahkan lampu kendaraannya masih menyala. "Apa kau akan melompat? Tunggulah sebentar biar kuabadikan." Crisy mendesis. Pria tadi mematikan lampu mobil kemudian mendekatinya. "Hari yang pas untuk bunuh diri, 'kan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD