Part 29

1534 Words

Crisysian menguap dalam tidur. Rasanya lelah sekali setelah seharian menemani Raiza. Tentu saja dengan pakasaan, kecuali masuk club karena Crisysian sendiri yang memaksa datang ke tempat itu. Tangan Crisy mereba meja lampu hias mengambil jam beker yang bertengger di sana. "Omegot! Gue terlambat!" jeritnya melompat dari tempat tidur. Secepatnya ia meluncur ke kamar mandi guna membersihkan diri. "Sial, kenapa gue bangun kesiangan segala!" Crisy mengeringkan rambut dengan hairdryer, kemudian mengacak-acak pakaian yang dibawanya dari Hongkong. Barulah setelah itu ia tersadar akan sesuatu. "Eh, siapa yang antar gue ke sini? Raiza, kah?" Crisysian masih melanjutkan mendandani dirinya, ketika kemudian dering telepon menyapanya. "Sayang, apa kau sudah bangun?" "Sayang, sayang, sayang kepala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD