Part 22

1552 Words

Setelah pertemuannya dengan Sia beberapa hari lalu. Elvano memberanikan diri untuk berkenalan secara resmi dengan Ana. Rasa bersalahnya sangat tinggi, hingga ia terlihat sedikit canggung pada Ana. "Om, beneran Papa Ana?" tanya Ana. "Iya, Papa baru tahu dari Mama kemarin lusa. Maaf kalau Papa tidak langsung mengenali Ana," ujar Elvano menyesal. "Gak apa-apa kok,Pa. Kan memang kita baru ketemu," jawab Ana. "Mama pasti bekerja keras membesarkanmu selama ini, kau sangat pintar dan juga cantik ,sayang," ujar Elvano. Elvano mensejajarkan tubuhnya dengan Ana, lelaki itu memeluk tubuh mungil anaknya. Air matanya menetes saat mencium aroma tubuh anak perempuannya itu. "Papa, apa Brian adikku?" tanya Ana. "Brian anak teman Papa, orang tuanya sudah tiada ,sayang. Papa harap Ana bisa menjadi te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD