Part 16

1523 Words

Setelah mengobati lukanya, ia terus saja menghubungi nomor ponsel Sia. Meski ia tahu bahwa nomor itu sudah tak digunakan lagi oleh Sia. Elvano berdecak kesal, ia tak menyangka akan kehilangan kekasihnya karena hal bodoh. Elvano menghubungi pihak keamanan apartemen. Ia menanyakan perihal kepergian Sia. "Tuan, Nona Sia pergi bersama dokter Daniel, dan sepertinya Nona Sia membawa tas koper besar saat itu," ujar keamanan. "Baiklah, terima kasih." Lelaki itu kembali termenung, hingga ia terlelap. *** "Sia, apa yang kau lakukan disana?" tanya Elvano yang sedang bermain ditaman. "Aku sedang bermain bersama anakku, kau sedang apa disini?" "Aku minta maaf, jangan pergi lagi. Ku mohon!" "Aku tidak pergi, El. Aku hanya ingin menenngkan diriku. Dan aku ingin melupakanmu." "Tidak, Sia!

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD