Sia berada di kantornya, lebih tepatnya di klinik hewan miliknya. Ia sedang mengerjakan laporan untuk kondisi beberapa hewan yang ada di Pusvetma. Saat itu perutnya terasa mual, ia bahkan tidak bernafsu makan pagi ini. Sudah satu minggu setelah kejadian pertengkaran antara Elvano dan Daniel di apartemennya. Wajahnya sudah tidak terlihat lebam lagi sekrang. Sia berlari menuju kamar mandi yang ada didalam kantornya. Ia memuntahkan camilan yang ia makan pagi ini. Tubuhnya terasa lemas, ia bahkan hampir pingsan jika Tari tidak menolongnya. "Kau sudah memeriksakan diri?" tanya Tari. "Belum," jawab Sia singkat. "Kau tau, sepertinya kau sedang hamil, Si." "Aku tahu, hanya saja aku takut untuk memeriksakannya," jelas Sia. "Kenapa? Apakah Elvano tidak mau bertanggung jawab?" tanya Tari yang k

