Bab 12 I don’t care with them

1152 Words
Kehidupan pernikahan keduanya di warnai dengan tawa bahagia. Lupa akan semua takdir yang akan merenggut kebahagian mereka, lupa akan semua ancaman yang dilayangkan pada Ayu sebelum pernikahan itu terjadi. Ayu memang menyimpan semua tentang ancaman-ancaman maupun terror yang mereka kirimkan. Bagi Ayu saat ini, kebahagiaan pernikahan mereka saat ini. “Sayang.....Masak apa sih sampai suami datang nggak tahu hmmmm” Bisik Aditya di telinga Ayu yang terkejut dengan kulit meremang karena bisikan suaminya tepat di belakang telinganya. “Kak....geli tahu” “Hmmmm wanginya istriku....” “Kakak....gosong nih” “Biarin aja gosong.....kakak suka banget bau wangi ini hmmmm” “Kakak berhenti dooong.....kita bisa bisa nggak sarapan nih” Ayu mendorong Aditya mundur dengan sedikit menggerakkan bahu dan punggungnya. “Biariiiinnn....” Bukannya Aditya tergerak mundur seperti yang Ayu kira, namun justru sebaliknya. Aditya mengangkat Ayu Bridal Style dan mulai berjalan menuju kamar tidur mereka. “Mbok Suuuummmm masakannya Ayu terusin ya....kami punya urusan yang lebih penting” “Kaaaakkkkkk......nih mulut yaaa....malu tahu kak” Aditya hanya tertawa terbahak-bahak mendengar Ayu yang merajuk malu. Tanpa mereka berdua sadari, terdapat lima pasang mata yang melihat seluruh kejadian pagi itu, dan mereka hanya bisa tersenyum melihat tingkah pola keduanya. “Semoga selamanya begitu ya...” celetuk Daniel yang kemudian di aminkan semua yang hadir disana. “Aamin” *********** “ Capek nggak sayang?” “Iiiizzzz kak....sudah tahu masih aja nanya” “Hahahaha” “Ketawa lagi. Udah ah sana....... mau mandi nih” “Barengan ya mandinya........pengen di mandiin nih sayang” “Ogah ah” “Sayang kok gitu sih....gak boleh lho nolak permintaan suami” “Boleh kok kalau sekali-kali apalagi akibat permesuman weeekkk” “Sayaaannngggg.........” “Weeeekkkkk” Ayu pun berlari masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintunya di depan mata Aditya yang manyun. “Tega sekali istriku ini hhhhhhh” Aditya kembali ke tempat tidur mereka dan mulai memainkan hp nya. Mulai di bukanya satu persatu pesan yang masuk di bacanya dan di hapus saat itu juga. Salah satu pesan masuk menarik perhatiannya. Sebuah foto Ayu dengan seorang laki-laki yang tak dikenalnya. “Siapa laki-laki ini?” tanya Aditya curiga. “Halo Sat....tolong carikan informasi dari laki-laki di foto ini. Apa hubungannya dengan Ayu” “Sekarang?” “IYA SEKARANG” jawab Aditya tanpa bantahan dan langsung menutup tanpa menunggu jawaban dari Satriya. Mau main serong Sayang hmmmm..... monolog Aditya sambil melihat pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat. “Kak....ayo mandi dulu” Ayu menghampiri Aditya yang sedang duduk santai sambil merokok. “Hmmmm....kok sudah wangi, mau kemana?” “Mau kerumah Kak Angga” “Kak Angga apa Kak Pras?” “Siapa itu?” “Jangan bohong Yu.... Siapa itu Prasetyo? Explain please” “Prasetyo.....Siapa sih?” tanya Ayu heran. Dirinya merasa tidak mengenal siapa Prasetyo yang Aditya bicarakan. “Bener kamu nggak tahu?” tanya Aditya sekali lagi. “Beneran nggak tahu. Siapa sih Prasetyo? “ Ayu balik bertanya kepada Aditya. Dirinya tidak merasa mengenal laki-laki bernama Prasetyo. “Jangan-jangan kakak mengada-ngada ya? Godain aku ya?” “Beneran. Nih ada fotomu sama Prasetyo lagi ciuman di Mall Kelabang kemarin” Aditya pun menunjukkan foto yang di kirimkan oleh seseorang ke Whatshap nya. “Siapa ini?” Dahi Ayu berkerut bingung. Merasa dirinya tidak mengenal Prasetyo lalu kenapa ada fotonya bersama laki-laki?. Apa apaan sih ini....siapa coba cowok ini. Ganteng juga kagak. Kecentilan. “OOOOO jadi kakak lebih percaya sama foto ini daripada sama istri sendiri begitu hmmm?” Ayu mulai bisa mengambil memahami alasan Aditya bertingkah cemburu seperti tadi. Tanpa alasan. Tiba-tiba marah. “Wajar kan kalau aku marah. Mana ada suami diam saja waktu tau istrinya di cium laki-laki lain hmmm?” “Cemburu nggak pakai dasar. Sudah tahu istrimu ini nggak pernah keluar rumah kalau nggak di anterin suaminya kok masih aja di percaya” Ayu pun pergi meninggalkan Aditya yang masih diam. Tumben banyak banget bicaranya istriku itu. Biasanya cuman dikit banget. Jadi beneran dia nggak tahu ya.....Salah deh aku. KRINGGGG “Halo” ........... “Dimana?” ........... “Kapan itu?” ............ “Lalu siapa?” ........... “Ok. Thanks” Hmmm mau main-main ya....Ayolah. Aditya pun beranjak mencari Ayu yang masih marah kepadanya untuk meminta ijin keluar sebentar. Menyelesaikan  masalah yang terjadi hari ini. “Sayang” “Hmmmm” “Jangan begitu dong jawabannya” “BODO” “Sayang....maafkan kakak ya....kakak mengaku kalau kakak salah. Maaf ya” “Hmmmm” “Sayang.....jangan hmmm terus dong jawabannya” “Hmmmm” CUP CUP “Apa sih....cium cium....” Ayu membersihkan bekas ciuman Aditya di pipinya. “Yaaa kok di hapus sih sayang” “BODO” “Sayang....kalau marah begitu tambah cantik deh” “Hmmmm” “Yaaaa sayaaaannnggggg” “Hmmmm” “Kapan sih selesainya hmmm itu? Barter yuk....hmmm pakai coklat 4 batang ok?” “BODO” “Aaaaarrrrgggghhhh ........ ya udah kakak pergi dulu beli coklat ya.......nanti kalau sudah pulang dan bawa coklat hmmm nya udah hilang ya?” “Up to me” Hhhhhhh matilah kau Aditya......Dingin deh dingin nanti malam. Semoga nggak di beri garam kopiku nanti. Aditya pun beranjak pergi menemui Satria. Dan tidak sampai sepuluh menit tibalah di sebuah Café di daerah Kalasan. Satriya sudah menunggunya dengan sebuah laptop yang terbuka. “Bagaimana Sat” “Wa’alaikumsalam kakak Aditya” jawab Satriya membenarkan salam Aditya. “Assalamu’alaikum....udah....cepetan” “Hhhhhh kelakuan kok nggak berubah juga Raja Naga Raja Naga” “Berisik....cepetan” “Namanya Tomi Wardana. Sepupumu kakak Raja Naga” “Tomi? Masih hidup dia? Bukannya kemarin di kabarkan koma?” “Dia sudah sadar dua tahun yang lalu. Dia yang mengedit foto-foto itu. Laki-laki di foto bernama Deindra. Umur 30 tahun. Seorang pengusaha Berlian di Jakarta. Selama ini  tinggal di Singapura. Ayu dan Deindra tidak saling mengenal sama sekali. Namun Deindra pernah satu Universitas dengan Ayu” “Hmmmmm....hanya itu?” Di bunuh enak nih orang satu ini hhhhhh “Iya hanya itu” kemudian satu notifikasi masuk membuat Satriya urung menutup laptopnya. Dahinya berkerut seakan merasa aneh untuk informasi yang baru saja diterimanya. “Ada apa?” “Gila ....bisa ngamuk mbokde kalau tahu masalah ini” “SATRIYA .....ada apa” “Apa sih kak....nggak budek ya” “Salah sendiri ditanya ada apa malah bahas mbokde” “Semoga informasi ini salah. Sorry kak untuk sekarang aku masih nggak bisa menjelaskan. Seperti nggak mungkin saja semua informasi ini. Aku pergi dulu kak. Oh ya....pesanku hanya satu. Mulailah percaya seratus persen sama Ayu atau kau akan kehilangan Ayu selamanya” Aditya hanya bisa menatap Satriya yang pergi meninggalkannya dengan tergesa-gesa. Semoga semua baik-baik saja. *********** Ternyata semua ini sudah di mulai ya. Ayu kamu harus siap kehilangan apapun. Termasuk hatimu serta hidupmu. Semua akan hilang begitu saja tanpa bekas. Dan akhirnya kamu hanya menjadi boneka kehidupan. Tapi Ayu......jangan menyesal dengan apa yang kamu dapat saat ini. Nikmati selagi semua masih di depan mata dan selagi semuanya halal dan di Ridhoi Allah maka tegakkan kepalamu. Hadapi semuanya dengan senyum tanpa mereka tahu kalau kamu menangis dan terluka sebegitu dalamnya. Anak yang ada di kandungan ini harus bahagia dan mendapat hak sebagaimana mestinya. “Panglima putih” “Inggih Penasehat” “Siapkan semuanya seperti yang sudah kita rencanakan” “Inggih Penasehat. Semua apa sudah di mulai?” “Iya. Semua di mulai saat kak Aditya mulai membentakku tadi. Tolong persiapkan semuanya” “Inggih Penasehat. Sendiko ndalem” Ayu pun melangkah dengan senyum yang sudah di persiapkan untuk menutup luka di hatinya. Senyum yang hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mengartikan apa makna dari senyumnya. Senyum yang mampu membuat siapapun melihat pasti akan mengatakan jika dirinya Bahagia. I don’t care with them. Really. Maaf ya....Author lagi banyak kerjaan di dunia nyata jadi pending bentar hehehehe Ah ya....Isi dari novel ini hanya fiksi ya....jangan sampai jadi bahan buat berantem ya. Makasih guys... Tinggalkan komen ya....enjoy guys      
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD