“Akhirnya loe nikah juga sama Ayu. Jaga cinta loe hanya buat Ayu, jangan buang kesempatan ini buat sesuatu yang sia-sia”
“Bener apa kata Angga tuh Dit. Ingat jangan buang kesempatan ini demi sesuatu yang nggak penting”
“Iya gue tahu. Doakan ya” jawab Aditya sembari tersenyum bahagia.
Dilihatnya istri yang baru pagi tadi sah, tertawa bersama teman-temannya.
Benar mereka telah melaksanakan ijab Kabul tadi pagi. Dan malam ini adalah resepsi pernikahan mereka. Semua tamu yang hadir di suguhkan masakan asli Indonesia dan Internasional.
Senyum bahagia tersirat di wajah kedua mempelai dan keluarga besar mereka.
“Capek nggak yank?”
“Iya kak. Masih lama nggak pestanya?” tanya Ayu lesu.
Aditya yang melihat Ayu, tersenyum. Di edarkan pandangannya. Dilihatnya semua tamu masih betah berbincang-bincang dan menikmati makanan yang mereka sediakan.
“Sebentar lagi kita keluar dari sini. Mungkin 30 menit lagi. Tahan dulu ya”
“Masih 30 menit lagi? Hhhhhhh Capek kak” Ayu menjulurkan kakinya. Badannya sungguh terasa penat setelah seharian mengikuti semua rangkaian acara.
*****
Flash Back
“Ada perlu mas Aditya datang kerumah kami? Adakah yang bisa kami bantu?” Tanya Ayah Ayu dengan suara khasnya yang lembut dan beribawa.
“Ehem...Begini Om, saya datang kemari dengan tujuan melamar putri om yang Bernama Ayu”
“Melamar Ayu? Sebentar, biar ibunya Ayu bertanya dulu pada Ayu, apakah dia bersedia menerimamu atau tidak. Bu tolong tanyakan Ayu, apakah dia bersedia menerima Nak Aditya sebagai suaminya” pinta Ayah Ayu kepada istrinya. Dijawab dengan anggukan pelan dan mulai beranjak ke kamar Ayu.
“Tok Tok Tok..... Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumsalam Masuk saja bu”
“Sayang...ada Nak Aditya di bawah. Dia bermaksud untuk melamarmu. Bersediakah kamu menerima dia menjadi suamimu?” Tanya Ibu Ayu lembut.
Ayu terdiam. Sebenarnya kalau boleh jujur Ayu masih ragu untuk menerima Aditya namun dirinya juga tidak bisa berbohong jika dirinya juga mencintai Aditya.
Terjadilah...Apa yang harus terjadi.
“Bismillahirrahmannirrahim....iya bu, Ayu terima kak Aditya jadi suami Ayu” jawab Ayu pelan.
Ya Allah jika memang ini semua adalah jalan hamba maka Ridhoilah. Hamba pasrah. Apa yang akan terjadi maka terjadilah.
Dengan jawaban Ayu yang demikian, maka resmi sudah Ayu menjadi tunangan Aditya. Dan tiga jam kemudian bakal menjadi istrinya.
“Alhamdulillah” jawab ibu Ayu gembira.
Ayu ikut tersenyum melihat ibunya tersenyum gembira.
Ibu Ayu kembali menemui suaminya untuk mengatakan jawaban Ayu.
“Bagaimana bu?” tanya Ayah Ayu tidak sabar.
“Diterima”
“Alhamdulillah....Ayu menerima lamaranmu nak”
“Alhamdullillah.....”
Semua yang hadir mengucap syukur atas jawaban yang Ayu berikan. Selanjutnya dilakukan pembicaraan tentang tanggal pernikahan dan semua hal yang berkaitan dengan hari bahagia tersebut.
Flash Back off
“Sudah tidur?”tanya Aditya lembut.
Di belainya rambut Ayu lembut. Di amatinya wajah Ayu yang tertidur. Rasa sayangnya kepada Ayu semakin besar setiap harinya. Entah bagaimana hidup tanpa Ayu pasti akan terasa Hampa, dingin dan hidup tidak ada lagi artinya.
“Eeegghhh....ada apa kak” jawab Ayu lemas dan dengan mata yang masih setengah terpejam.
“Makan dulu ya....sedikit saja. Kita belum makan sejak siang. Ibu menyuruh kita untuk makan dulu” terang Aditya sambil membantu Ayu untuk bangun dan duduk.
“Makan sendiri atau aku suapin?” tanya Aditya.
“Makan sendiri saja” Ayu mengambil piring di tangan Aditya dan mulai memakan dengan perlahan.
Aditya yang melihat Ayu makan dengan sangat lahap tersenyum senang. Tidak membutuhkan waktu yang lama, semua makana di piring ludes tak bersisa.
Memang sebenarnya Ayu kelaparan sejak siang tadi, namun dirinya tidak mau melukai harga diri Aditya di mata tamu undangan dank lien bisnisnya.
“Sudah?”
“Sudah kak....aku sudah kenyang”
“Mau tidur lagi apa mau bermesraan dulu” tanya Aditya dengan membuat wajah menggoda kepada Ayu.
“Apa sih kak....malu tahu” jawab Ayu dengan wajah yang merona bak kepiting rebus.
“Lho kenapa....kita sudah resmi menjadi suami istri Ayu sayang. Jadi kita bebas melakukan apapun”
“Tapi tetap......malu” Ayu menundukkan kepala malu untuk menatap wajah suaminya.
Melihat wajah merona Ayu, Aditya tersenyum. Di majukannya wajahnya mendekati Ayu, di rekuhnya wajah Ayu dengan kedua tangannya. Di tatapnya wajah cantik yang selalu membuatnya rindu. Di tatapnya wajah sendu yang selalu membuatnya tidak bisa lagi berpaling kepada yang lain. Wajah bidadari yang selalu tersenyum dan tertawa di segala keadaan. Wajah yang saat sedihpun masih terdapat sisa tawa menyenangkan. Wajah yang imut tapi sangat indah yang Tuhan ciptakan walaupun tanpa make up sekalipun.
Tuhan, biarkanlah kami hidup bersama seperti selamanya. Dan jangan biarkan takdir itu terjadi, sehingga kami akan terpisah dan saling membenci.
Di ciumnya kening Ayu dengan kelembutan yang mungkin Aditya sendiri tidak pernah melakukannya. Kemudian turun ke hidung, kedua pipinya, dan berakhir di mulut menggemaskan Ayu.
Disesapnya perlahan lahan hingga Ayu terbiasa dengan ciuman yang Aditya berikan. Semakin lama semakin dalam dan menuntut hingga Ayu sedikit mendorong Aditya mundur, dan kemudian bernafas dengan tersenggal senggal.
“Sayang....boleh aku meminta hak ku malam ini?” tanya Aditya pelan dan dengan nafas tersenggal senggal menahan gejolak primitif yang ada dalam dirinya.
“Boleh” jawab Ayu pelan.
“Boleh?” ulang Aditya tidak yakin dengan apa yang di ucapkan oleh Ayu.
“Boleh kak....tapi pelan-pelan ya”
“Iya sayang....pasti pelan-pelan”
Aditya mulai merangkum wajah Ayu dan di ciumnya secara menyeluruh. Dan selanjutnya....*Rahasia ya.....hehehehe*
Cinta kita memang tidak semudah yang dibayangkan
Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah
Tapi kini kita ada tuk saling menyempurnakan
Ku berdoa untuk bisa hidup dan menua bersamamu
Hanya kamu di hatiku yang mampu mengertiku
Menjadikan diriku yang lebih baik
Aku menyayangi kamu
Kamu selalu setia menemani diriku
Cinta kita memang tidak semudah yang dibayangkan
Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah
Tapi kini kita ada tuk saling menyempurnakan
Ku berdoa untuk bisa hidup dan menua bersamamu
Cinta kita memang tidak semudah yang dibayangkan
Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah
Tapi kini kita ada tuk saling menyempurnakan
Ku berdoa untuk bisa hidup dan menua bersamamu
Menua Bersamamu oleh Tri Suaka mengantarkan keduanya mengarungi indahnya beribadah secara halal.
Entah berapa kali mereka melakukan ibadah halal itu, memadu kasih dan sayang hingga akhirnya keduanya memutuskan untuk tidur dengan nyenyak saat matahari mulai terbit menandakan pagi menyapa dunia dengan kehangatan cinta. Seperti hangatnya cinta keduanya.
Aditya terbangun dengan senyum mengembang bahagia saat di lihatnya Ayu masih tertidur lelap di sampingnya.
Menatap wajahmu, melihat senyummu sungguh tidak pernah membosankan. Semua yang ada di dirimu sayang, selalu membuatku tersenyum dan tertawa walaupun banyak kesedihan yang menghantamku dulu, sekarang maupun besok. Tetaplah di sampingku hingga salah satu dari kita meninggal ya....Jangan pernah tinggalkan aku walaupun banyak masalah yang akan mendera kehidupan pernikahan kita nantinya. Dan jika takdir k*****t itu harus terjadi, maka aku ingin kamu selalu mengingat hari ini dimana kita menyatukan dua hati menjadi satu. Dimana aku melafalkan Ijab Qobul, menjadikanmu permaisuri dalam hatiku.
................
Biarkan waktu teruslah berputar
Mencintai kamu penuh rasa sabar
Meski sakit hati ini kau tinggalkan
Ku ikhlas tuk bertahan
Cintaku padamu begitu besar
Namun kau tak pernah bisa merasakan
Meski sakit hati ini kau tinggalkan
Ku ikhlas tuk bertahan
Kau meninggalkanku tanpa perasaan
Hingga ku jatuhkan airmata
Kekecewaan ku sungguh tak berarah
Biarkan ku harus bertahan
Jangan pernah kau coba untuk berubah
Tak relakan yang indah hilanglah sudah
Jangan pernah kau coba untuk berubah
Tak relakan yang indah hilanglah sudah
Kau meninggalkanku tanpa perasaan
Hingga ku jatuhkan airmata
Kekecewaan ku sungguh tak berarah
Biarkan ku harus bertahan
Jangan pernah kau coba untuk berubah
Tak relakan yang indah hilanglah sudah
Jangan pernah kau coba untuk berubah
Tak relakan yang indah hilanglah sudah
Jangan pernah kau coba untuk berubah
Ku relakan yang indah dalam hatinya
Woo.. Syalala.. Haa..
Woo.. Syalala.. Wohoo..
Jangan Pernah Berubah (ST 12)
Note:
Maafkan Author yang lama banget nggak menulis.....biasalah kehidupan di luar dunia tulis menulis yang sangat membingungkan. Hari ini Author update ya....tolong tinggalkan jejak ya....thank you.