BAB 10 Can I accept him?..........

1076 Words
“Besok mau di jemput jam berapa yank?” “Jam 9 aja ya....aku mau tidur dulu bentar. Lagi pula besok tidak ada meeting kok” “Nggak usah terlalu di forsir yank....kamu nggak kerja juga gak apa-apa. Gajiku cukup yank buat kita berdua hidup” “Iya percaya tapi itu nanti ah.......sekarang aku harus hidup dari gajiku kak” “Buat apa? Toh kamu minta aku, nanti atau sekarang sama aja yank. Tulis nominal yang kamu mau di hp ku nih” “Ok” Ayu mulai menuliskan nominal uang yang dia butuhkan. Setelahnya di kembalikan hp Aditya dan menunggu reaksi dari Aditya. “YANK....Apaan ini?” “Kenapa sih...Aku butuh segitu sekarang” “Tapi nggak segini juga sayangku” “Katanya bebas to...Ya sudah suka-suka aku lah” “Tapi ya nggak Rp 10.000 juga sayangku” Sewot Aditya karena kelakuan Ayu yang abnormal itu. “Aku emang butuh segitu sekarang. Aku mau beli Siomay di sana” “Sepuluh ribu ya nggak pakai transfer sayang....di dompet juga ada” Aditya merogoh kantong celananya dan mengeluarkan uang sepuluh ribu sesuai keinginan Ayu. “Nih sepuluh ribu dua. Nggak pakai transfer ya....” dengan gemas Aditya mengacak-acak jilbab Ayu dan berlalu pergi meninggalkan Ayu yang sibuk membenahi Hijabnya yang rusak gara-gara Aditya tadi. Sepuluh menit kemudian Aditya datang dengan dua bungkus Siomay sesuai pesanan Ayu. Mereka makan dengan lahap hingga tak bersisa. Air mineral pun sudah habis di tenggak mereka. Dan ini kali kedua Aditya mau makan dari jajanan jalanan. Semuanya bersama Ayu. Ayu tidak pernah mau di ajaknya makan di Restoran mahal seperti kekasih-kekasihnya yang lain. Ayu juga satu-satunya kekasih yang tidak memiliki hobi belanja tas dan baju seperti lainnya. Ayu akan gila belanja hanya pada buku. Dan itu Novel. “Sekarang tulis yang bener jumlah minimal yang kamu mau. Ngerjain aku lagi awas saja” ancam Aditya jengkel. “Nggak ah...buat apa” “Sudah tulis saja atau aku yang nulis hmmm” “Buat apa kak...uangku masih cukup buat hidup sehari-hari. Nanti saja kalau udah nikah kak, sekarang nggak usah ah” jawab Ayu tersenyum. Aditya menatap Ayu dengan kekaguman yang tak bisa di tutupi. Baru kali ini ada wanita seperti Ayu dalam hidupnya. Aditya tersenyum dan memasukkan kembali hp miliknya ke kantong celana. Ya. Sudah sebulan mereka berpacaran dan bulan depan mereka berencana untuk menikah. Perasaan bahagia berbuncah di d**a keduanya. Semua tercermin dari kabahagiaan yang terpancar di wajah keduanya. Sesaat mereka hanya terdiam dan menikmati pemandangan yang terpampang di depannya. Suara anak-anak yang berlarian menambah keceriaan sore itu. Denting piano mengalihkan lamunan keduanya. Wise men say Only fools rush in But I can't help falling in love with you Shall I stay? Would it be a sin If I can't help falling in love with you? Like a river flows Surely to the sea Darling, so it goes Some things are meant to be Take my hand, Take my whole life, too For I can't help falling in love with you Like a river flows Surely to the sea Darling, so it goes Some things are meant to be Take my hand, Take my whole life, too For I can't help falling in love with you For I can't help falling in love with you   Suara merdu pengamen yang lewat di depan mereka menambah ceria kencan sore mereka. Denting demi denting piano, petikan gitar dan tabuhan gendang mulai terdengar seolah-olah ingin menambah keceriaan sore itu.   Ayu menikmati semua lagu yang mereka bawakan dan Ayu juga menikmati keceriaan anak-anak yang bermain aneka wahana di taman sore itu, hingga tak terdengar suara berbeda dari penyanyi sebelumnya. Dan sepertinya dia mengenal suara ini.     I wanna make you smile whenever you’re sad Carry you around when your arthritis is bad All I wanna do is grow old with you I’ll get your medicine when your tummy aches Build you a fire if the furnace breaks It could be so nice, growing old with you I’ll miss you Kiss you Give you my coat when you are cold Need you Feed you Even let ya hold the remote control So let me do the dishes in our kitchen sink Put you to bed when you've had too much to drink I could be the man who grows old with you I wanna make you smile whenever you’re sad Carry you around when your arthritis is bad All I wanna do is grow old with you I’ll miss you Kiss you Give you my coat when you are cold Need you Feed you Even let ya hold the remote control So let me do the dishes in our kitchen sink Put you to bed when you've had too much to drink I could be the man who grows old with you I wanna grow old with you...   Grow Old with You Dinyanyika Aditya dengan apik dan merdu. Matanya tak pernah lepas dari Ayu. Semua pengunjung taman tampak terhipnotis  alunan suara Aditya. Ayu hanya bisa terdiam dan menikmati semua yang terjadi sore itu. Hantinya mulai terbuka untuk Aditya, di tekannya perasaan takut kehilangan yang nantinya akan di alaminya. Ayu hanya ingin menikmati saat-saat dirinya masih bisa tersenyum bersama Aditya, entah bagaimana akhir kisah cinta mereka. Semoga...ya ....semoga Aditya tak akan pernah berubah. Tetap seperti sekarang. Jangan berubah. Sorakan dan tepuk tangan meriah mengiringi akhir lagu yang di bawakan Aditya. Aditya turun dan menghampiri Ayu dengan senyum di wajah. Senyum yang tak pernah lepas, dari awal menyanyi hingga sekarang. ********** Tanpa mereka sadari ada enam pasang mata melihat semua yang terjadi dan mereka tersenyum lega melihat semuanya. “Ayu mulai bisa membuka diri untuk Aditya” “Ya. Semoga tetap seperti saat ini hingga kapanpun” “Kita memiliki tugas untuk itu. Karena kakek pasti akan berulah macam-macam jika melihat ini semua” “Tidak masalah. Rasanya sebanding melihat kebahagiaan mereka dengan melawan kakek tua renta kurang ajar itu” “Hush...Ika....Begitu-begitu dia adalah kakek kita” “Bodo amat. Jika terjadi sesuatu dengan mereka berdua, akan aku habisi benar tua renta itu hingga moksa” Ancam Ika serius. Ucapan itu seketika membuat mereka yang disana melihat Ika seram. Namun mereka percaya apa yang di ucapkan Ika akan terlaksana dan menjadi nyata. Mereka hanya berharap Ayu dan Aditya bisa memulai semua dengan tenang. ******** Ayu melihat Ika yang berjalan ke arahnya. “Ka...” “Hai Yu” “Are you ok?” “Yes. Just happy lihat kamu bisa tersenyum lebar kayak gitu. Sudah berdamai dengan takdir?” “Not yet. Tapi aku hanya mencoba untuk menjalani apa yang ada saat ini. Apa yang terjadi maka biarkan saja terjadi. I am a human being only” “ Yes. We are. Jalani saja yang bisa kita jalani. Jika tidak bisa ya kita pasrahkan sama Allah saja, right?” “Correct it”. Setelah itu mereka terdiam cukup lama, sibuk dengan pikiran masing-masing. “Ka....Can I accept him”               ·         Hallo semua Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon maaf lahir dan batin ya. Semoga amal ibadah kita di terima Allah SWT dan semoga kita masih bisa di pertemukan dengan Ramadan tahun depan. Amin.      
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD