Bab 9 Baiklah aku akan mencoba.......

1340 Words
Mau apa orang itu....Sejak seminggu yang lalu selalu berdiri di sana dan mengikutiku kemanapun aku pergi. Ayu berdiri di depan jendela dan melihat Aditya yang masih setia melihat ke arahnya. “Berilah Aditya kesempatan Yu. Berilah dirimu kebahagiaan walau hanya sebentar. Setidaknya kalian berusaha untuk merubah semuanya” “Dan membiarkan aku di hina keluarga mereka? Kalian memang gila” “Mintalah Aditya untuk berubah” “Jangan mimpi. Laki-laki itu tidak akan pernah berubah. Jikalau aku mau mencoba, aku harus siap untuk sebuah akhir yang menyakitkan. Selamanya. Dan aku belum siap” “Semua masih belum pasti Yu. Itu hanya prediksi kita sebagai manusia. Allah yang menentukan akhir segalanya. Kita hanya bisa mencoba untuk merubah takdir yang sekarang ini terlihat. Rubahlah untuk menjadi sebaliknya. Buatlah kau dan Aditya bahagia selamanya” “Berisik. Kalian tahu bagaimana seorang Aditya. Congkak. Cemburuan. Sok mencintai tapi bohong. Bullshit” “HHhhhhhhh.....terserahlah” “Yes. I am” Ayu beranjak pergi meninggalkan Pru yang hanya bisa menghela nafas panjang. Tidak mudah memang merubah seorang Ayu apalagi jika dirinya sudah terpentok satu kali dan itu menyakitkan, siap-siap saja 50% seorang Ayu akan selalu beragumen keras tentang apapun. Dilihatnya Aditya masih berdiri di bawah jendela Ayu, dan menatap sedih kearahnya.   **********  Take me back into the arms I love Need me like you did before Touch me once again And remember when there was no one but you I wanted more Don't go you know you'll break my heart She won't love you, like I will I'm the one who'll stay When she walks away And you know I'll be standing here still [Chorus] I'll be waiting for you Here inside my heart I'm the one who wants to love you more You will see I can give you everything you need Let me be the one to love you more See me as if you never knew Hold me so you can't let go Just believe in me I will make you see All the things that your heart needs to know [Chorus] I'll be waiting for you Here inside my heart I'm the one who wants to love you more You will see I can give you everything you need Let me be the one to love you most Somewhere all the love that we have can be saved What ever it takes We'll find a way Believe me (believe me) I will make you see All the things that your heart needs to know [Chorus] I'll be waiting for you Here inside my heart I'm the one who wants to love you more You will see I can give you everything you need Let me be the one to love you more   Lirik demi lirik, bait demi bait mengalun merdu dari mulut seorang laki-laki, diiringi sebuah gitar, dirinya bernyanyi untuk seorang wanita yang dia tahu tidak akan peduli seberapa gigihnya dia membuktikan bahwa dirinya akan berjuang bersamanya. Di lihatnya sang wanita tetaplah membaca novel dan sama sekali tak pernah sekalipun menoleh ke arahnya. Entah kapan sang wanita akan mau melihat ke arahnya kembali. Jiwanya seakan lepas dari raganya. Sungguh tidak adil. Sekalinya dirinya jatuh cinta, akan begini. Ya Allah buatlah dia menoleh kepadaku, dan biarkanlah kami bahagia. Aku tahu dia mencintaiku juga, namun ketakutannya akan diriku sungguh menyakitkan. Sangat menyakitkan. Tolong...tolong biarkan kami mencoba. Berhentilah menjadikan kami senjata untuk menyakiti satu sama lain. Jika kalian ingin berbaku hantam lakukanlah sendiri. Jangan buat kami sebagai senjata kalian. Jangan buat aku kehilangan sosoknya. Aku mencintainya sungguh. Aku mencintainya. Tes tes tes.... Air mata mulai turun ke pipinya....Seiring dengan alunan lagu yang di nyanyikannya. Seluruh pengunjung Café terdiam dan seakan ikut merasai sakitnya hati sang penyanyi. Ya. Penyanyi itu adalah Aditya. Dan Ya. Wanita yang tak mengindahkan dirinya adalah Ayu.  Petikan nada terakhir menjadi tanda berakhirnya lagu tersebut. Aditya mengusap air mata yang menetes di pipinya dan tersenyum menyambut tepuk tangan penonton yang bergemuruh. Di tatapnya sesosok wanita yang masih diam, membaca novel yang sejak tadi di bacanya. Seakan tidak terpengaruh akan seluruh aksinya. “Nice song dude” sapa seorang pengunjung dan menyalaminya. Aditya hanya tersenyum dan mengangguk. “Wuuiiihhh membahana mas Bro” teriak Ninda sahabat karib Aditya yang juga hanya di balas senyuman olehnya. Matanya menoleh ke tempat Ayu duduk dan ternyata sudah kosong. Aditya hanya bisa tersenyum miris. Entah harus bagaimana lagi dirinya membuktikan pada Ayu, jika seorang Aditya bisa dan akan berubah. **********   “Mau apa kemari hmmm” Tanya Ayu setelah tahu siapa yang menekan bel rumahnya. “Boleh bicara sebentar” jawab Ika. Ya Ika yang datang bertamu. “Jika ini berhubungan dengan seorang Aditya, pulanglah. Aku tidak ingin mendengar apa-apa lagi tentangnya” jelas Ayu tegas. “Sebentar saja” bujuk Ika. Ayu hanya diam memandang Ika yang hanya tersenyum sendu. “Masuklah” Ayu membuka pintu lebih lebar dan berjalan lebih dahulu daripada Ika. Melihat hal ini Ika tersenyum sendu. “Duduklah” tawar Ayu masih tanpa senyum. “Trims” “Ada apa lagi? Mau sampai kapan kalian akan menggangguku? Belum cukupkah?” tanya Ayu datar. “Ayu....Bisakah kamu sedikit saja member kesempatan pada kakakku tanpa melihat Kakek buyutku? Kami berbeda dengannya. Maafkan kami karena membuatmu begini. Sungguh kami sudah berusaha melindungimu sejak kau masih bayi. Kak Adit lah yang lebih dominan melindungimu” “Dengan cara memutus ikatan jodoh kami? Tahukah kamu...dengan dia melakukan hal itu, membuatku lebih menderita. Berapa banyak hinaan dan penderitaan yang harus aku jalani? Kalian tidak pernah tahu atau memang tak mau tahu?. Aaahh ya bukankah itu bukan urusan kalian. Itu kewajibanku yang selalu harus melindungi kalian. Sekarang apa lagi yang mau kamu katakan?”. “Bukan Kak Adit ingin memutuskan ikatan jodoh kalian, tapi dia berfikir jika kalian berjauhan, kamu tidak lagi jadi sasaran kakek buyut. Dan ikatan itu tidak terputus sama sekali hanya di longgarkan. Jika terputus sama sekali tidak mungkin kalian bisa bertemu. Dan untuk hinaan, maafkan kami. Sungguh maafkan kami. Itu semua di luar kuasa kami” “Dimaafkan. Sekarang pergilah. Dan katakana pada Kak Adit, berhentilah mengejarku” “Itu tidak mungkin Yu. Sekarang saja Kak Adit sudah seperti zombie, entah apa yang terjadi jika kamu pergi darinya. Yu...tolong maafkan Kak Adit, dia begitu karena sangat mencintaimu” “Cukup. Aku tidak mau mendengar lagi masalah Kak Adit” “Tapi Yu...sekarang Kak Adit saat ini ada di ruang ICU. Kak Adit tertusuk pisau saat mengikutimu kemarin” “Mengikutiku? Kemarin?. Kapan itu tepatnya? Dan di bagian apa Kak Adit tertusuk?” tanya Ayu curiga. Kemarin tubuhnya tiba-tiba limbung dan sakit perut yang tidak terkira. Dirinya mengira itu karena sakit asam lambung saja. “Sebelah kanan bawah. Kenapa?. Kak Adit tertusuk saat kau pergi ke toko kue semalam”. “Toko kue semalam?” Tanya Ayu meyakinkan. “Kenapa? Perutmu juga sakit semalam?” tanya Ika penasaran. “Iya. Bagaimana kamu tahu?” “Itu bukti jika Kak Adit tidak pernah memutuskan ikatan jodoh kalian”. “Bagaimana bisa? Jelaskan” Ayu semakin penasaran dengan jawaban Ika yang tidak biasa itu. “Yu...jika kita bertemu dengan jodoh kita, maka kita akan merasakan apa yang mereka rasakan. Sepertimu semalam” “Aneh...aku memang beberapa kali merasakan hal yang aneh sejak bertemu dengan Kak Adit saat KKN itu, tapi aku kira itu masalah biasa saja”. “Bukan hal biasa Yu tapi begitulah yang seharusnya terjadi” “ Kenapa begitu?” “Seorang pasangan yang memang berjodoh dalam kasus keluarga kami, akan saling merasakan kesakitan dan kebahagiaan pasangan kita. Termasuk dirimu dan Kak Adit” “Aneh hhhhhhh......” Ayu menghela nafas panjang. Bingung dengan apa yang terjadi. Namun Ayu tahu, bagaimanapun dia harus menjalani ini semua jika ingin semua cepat selesai. Ika melihat Ayu yang terdiam dan menghela nafas berkali-kali. Ika merasa kasihan dan tidak tega tapi inilah yang harus Ayu lakukan demi semuanya. Jika harus jujur Ika tidak ingin memaksa Ayu untuk melakukannya, tapi apalah daya. Ini bukanlah kuasanya. “Baiklah...Aku akan mencoba menerima Kak Adit. Tapi dengan satu syarat. Begitu Kak Adit melayangkan kata Cerai, putus, atau sesuatu yang memiliki makna sama dengan kata-kata tersebut, aku akan pergi selamanya. Dan tidak akan membuka peluang apapun untuk kembali bersama. Tidak sama sekali”. Terang Ayu jelas. Ika yang mendengar hal itu hanya bisa menghela nafas panjang. Tanpa Ayu tahu, memang itulah yang akan terjadi dan mereka akan di pertemukan kembali setelah sekian lama. Entah apa yang akan Kak Adit lakukan nanti, Ika tidak mau tahu lagi. Semua terserah Kak Adit nantinya. Tapi mengenal Ayu, maka kemungkinan kecil Kak Adit bisa menikahi Ayu kembali nantinya. “Baiklah. Besok Kak Adit akan melamarmu kembali entah dimana” “Hmmm baiklah” “Yu....Terima kasih” Keduanya berpelukan dengan hati yang sedih dan kecewa karena keadaan. Entah apa yang terjadi esok namun keduanya akan berusaha saling mendukung. Karena takdir keduanya sama. Author Note: Maafkan penulis ya tidak bisa memposting secara berkala. Mengingat penulis memiliki kesibukan lainnya namun akan di usahakan seminggu sekali untuk memposting kelanjutan cerita ya. Terima kasih.        
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD