Bab 8 Maafkan Aku.......

1510 Words
“ Ayu....yu...tunggu sebentar. Mari kita bicara. Tolonglah beri aku kesempatan” rayu Aditya. “Sudahlah...pergilah” usir Ayu dengan suara yang pelan. Tidak sekalipun Ayu menatap mata Aditya. Rasa tak percaya Ayu masih lebih besar daripada keinginan Ayu untuk member Aditya kesempatan berubah. Karena rasanya tak mungkin Aditya akan berubah. “Aku janji akan berubah Yu...Aku mohon. Berilah aku kesempatan untuk membuktikannya” Aditya berlutut di depan Ayu, di tatapnya Ayu yang masih tidak mau menoleh kepadanya. “Sudahlah.... pergilah Kak. Kita cukupkan sampai disini” jawab Ayu tanpa menoleh sedikitpun, dengan nada suara yang sarat akan kejengkelan terhadap laki-laki di depannya. “Tolonglah Yu...Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu. Maafkan aku Yu...Maafkan aku” rengek Aditya tanpa kenal lelah. Keinginannya hanya satu. Menikahi Ayu apapun yang terjadi. “Kenapa Yu...kenapa sekali saja kau melupakan semua takdir sialan itu dan jalani saja apa yang kita rasakan bersama. Aku tahu kamu mencintaiku Yu, kenapa selalu kau sangkal?” “Masih tidak sadar juga, kenapa aku terus menyangkal? KAU. KAU LEBIH PERCAYA DENGAN WANITA-WANITA ITU DARIPADA AKU” teriak Ayu marah. “Aku tahu bagaimana tampilan fisikku. Aku berbeda dengan mereka. Wajah jelek, tak bisa berdandan, gemuk dibanding mereka yang layaknya gitar Spanyol, lalu apa yang membuat kamu mencintaiku hah? Jujurlah dengan hatimu kak. Kamu malu mencintaiku. Kamu malu mengetahui bahwa hatimu menginginkan aku. Bukan satu dari wanita-wanita cantik itu. Kau ingin menyangkal semua dengan otakmu namun hatimu tak ingin kau menyangkal. Dari itu semua kau selalu marah-marah saat kau merasa terhina. Karena aku, wanita jelek ini, berani- beraninya tidak menuruti seluruh perintahmu. Kau menyangkal kalau kau cemburu, kau menyangkal segalanya, hingga mengeluarkan satu tindakan yang menurutmu benar. Protektif. Sangat. Tapi...itu semua bohong. Kamu hanya ingin menyangkal. Dan ya aku memang menyangkal perasaanku terhadapmu, karena aku tidak ingin kehilangan hatiku” jelas Ayu dengan wajah merah padam. Setelah puas mengatakan itu semua yang ingin ia katakana, Ayu pergi meninggalkan Aditya yang masih berdiri diam di tempat Dia berdiri sejak tadi. ******** Aku ingin memaafkanmu, tapi harus berapa kali aku rela kau bentak-bentak hanya karena kamu merasa terhina saat melihatku dengan laki-laki lain. Aku yang menurutmu dan keluarga besarmu adalah wanita hina taoi bisa di cintai oleh banyak lelaki. Sebenarnya wajar saja. Aku adalah wanita normal dan demikian juga dengan mereka hhhhhh kenapa aku tidak bisa jatuh cinta saja sama Winda. “No Way” sahut Winda tiba-tiba. BUGH “Aduh....” Ayu jatuh terduduk meringis menahan sakit. Di elus-elusanya bagian yang terhantam tanah dengan keras. Memar pastinya setelah ini. “Sorry bos” sahut Winda mengulurkan tangannya untuk membantu Ayu bangun. “Kenapa...Kenapa ya hobimu itu datang tiba-tiba terus pergi wuuusshhh ilang gitu aja. Kamu ini manusia apa Jin sih” gerutu Ayu jengkel. “Manusia Bos...mana ada Jin ganteng begini ck” “Manusia kok bisa ngilang sesuka hati” sungut Ayu lagi. “Kayak dirimu nggak Bos” “Kapan?” “Berkali-kali BOS. Capek aku yang harus nyariin terus. Sehari ini saja aku sudah loncat 8 kali untuk 11 tempat. Ternyata malah disini sama bebek ck” “Siapa suruh mencariku?” “Haduh lupa dia. Hari ini Anda memiliki acara untuk bertemu dengan pengusaha asal Dubai. Mr. Syahril. Dan ini hampir terlambat Bos cantik” jelas Winda mengingatkan. “Hhhhh rapat lagi....Malas ah” jawab Ayu asal. “Kalau memang kamu malas untuk jalan kesana, rapat, maka aku harus melakukan ini” jawab sebuah suara di belakang Ayu. “Kaaaaakkkkkkkkkkkkk” teriak Ayu jengkel. Karena tiba-tiba tubuhnya melayang ke atas bahu Erlangga. “Jadi Bos kok malas ketemu Klien. Bisa hancur semua” sungut Erlangga cuek dengan semua teriakan Ayu yang memekakkan telinga. “Tapi nggak pakai begini juga kali kak” balas Ayu jengkel. “Siapa suruh merepotkan banyak orang yang dari pagi nyariin kamu hmmm” “Mereka aja yang bego. Orang ada hp juga, kenapa nggak telpon aja daripada loncat-loncat nggak jelas” “Lihat Hp mu....berapa ratus kali kami menelponmu hah” “Turunkan dulu baru aku bisa lihat” Tanpa banyak bicara Erlangga menurunkan Ayu dan berjalan lebih dahulu, meninggalkan Ayu yang melihat hp nya dan benar saja. Ada lebih dari 2500 panggilan tak terjawab dan 3000 pesan tak terbaca. Niat banget nih semuanya sampai segini banyak ckckck. Gak bisa lihat orang seneng dikit iiiizzzz. “Sudah dua hari kami membiarkan kamu berkeliling sesuka hati Bos dan hari ini kami terpaksa menarik dirimu dari kesenanganmu berkeliling” jawab Winda tenang. “Hhhhh ya sudah ayolah” ujar Ayu sembari berjalan menuju ruang rapat. “Selamat Pagi” sapa Ayu kepada semua peserta rapat. Ayu mengedarkan pandangan kesemua peserta, dan tatapannya berhenti pada satu sosok yang sejak tiga hari lalu dia hindari. Kenapa dia disini Win. Dia partner Mr. Syahril. Klien kita. Kenapa Mr. Syahril membawa partnernya? Apa maksudnya?. Aditya akan menjadi klien kedua kita hari ini Yu. Jawab Angga mewakili Winda menjawab. Hhhhhh kenapa harus selalu muncul sih.... Ayu menghela nafas panjang. Bakalan panjang dan lama kayak coklatnya chocky chocky J ********* Aditya mendengar semua percakapan mereka di pikirannya dan tersenyum melihat wajah cemberut Ayu yang terlihat sangat menggemaskan baginya. Semakin dilihat semakin cantik Tapi juteknya luar binasa. Celetuk James kawan baiknya sekaligus partner utama Ayu. Mr. Syahril James Adam. Semua kawan baiknya memanggil dia Adam. Namun di dunia bisnis dirinya di panggil Syahril. Sok tahu ah... Balas Aditya. Sok tahu kepala loe...Berapa kali gue di judesin tuh cewek waktu pertama kali aku nawarin tender ini. Serem. Kenapa bisa sih cinta segitunya sama tuh cewek horror?. Tanya James heran. Ayu punya segala hal yang wanita lain tidak mungkin punya. Jawab Aditya datar. Darimananya wooooiiiii..... teriak James gemes dengan muka tetap datar tapi sedikit memicingkan mata. Cantik luar dalam, perhatian, sabar, manis, imut, yang paling penting dia gak pernah mau nyodorin mulut dan badannya kemana-mana. Gak kayak lainnya. Jalang. Terang Aditya penuh cinta. Hhhhhhh susah juga ya....kasmaran kasmaran. Juteknya minta ampun dibilang sabar. Ya sudahlah terserahlah. James hanya menghela nafas dan menutup pikirannya dan mulai mencoba konsentrasi dengan persentasi yang dilakukan Ayu. Tapi hasilnya bukan konsentrasi dengerin persentasi yang ada malah mengagumi Ayu. Alhasil senyam senyum sendiri. Aditya...KONSENTRASI. Teriak James kesal. Berisik. Jawab Aditya kesal. Bagaimana dengan tawaranku? Berani nggak?Lamar Ayu dan buktikan kalau kamu mau berubah. Buktikan juga pada Ayu kamu bisa mempercayai Ayu sepenuhnya. Kalau tidak jalani apa yang sudah kamu janjikan padaku. Keempat kepala menoleh bersamaan ke arah Erlangga yang asik memperhatikan persentasi Ayu dengan wajah datar dan serius. Tidak peduli dengan keempat orang yang menatapnya tajam. Apa maksudnya Ga?. Tanya Dani heran. Aditya berjanji jika dia melakukan kesalahan dengan tidak percaya Ayu lagi, meninggalkan Ayu, karena alasan apapun, dia akan pergi dari keluarga kita. Dan menjauhi Ayu hingga dia bisa mempercayai Ayu kembali sepenuh hati. Dan berhenti percaya dengan wanita-wanita jalang yang hobinya merongrong Ayu. Kalian ingat kejadian sebulan lalu?. Kakak kita ini memaki maki Ayu layaknya Ayu adalah w************n dan doyan hartanya saja. Dan kemudian kemarin dengan enaknya Dia melamar Ayu. Jika Ayu adalah Ika bagaimana perasaan kalian?. Ayu memang memiliki keluarga, namun dia seperti dibuang oleh keluarganya. Di biarkan hidup sendiri. Mereka sibuk dengan anak-anak mereka yang memiliki otak lebih dari Ayu. Mereka tidak tahu saja kalau sebenarnya Kakak Ayu yang tertualah yang membuat Ayu seperti ini. Keluarga gila. Dan Aku tidak mau Ayu juga mengalami hal itu dari Aditya. Terang Erlangga panjang lebar. Bisa dipastikan saat kamu Aditya, berani melakukan itu, kamu akan berhadapan dengan kami. Tegas Pru. Kami akan hancurkan kalian tidak bersisa. Kalian belum mengenal siapa kami yang sebenarnya. Kalian dan Raja Pertama. Itu sumpah kami.  Tegas Winda tajam. ********* Ada apa dengan wajah mereka ya...kadang senyum senyum, kadang tegang kayak mau pup, kadang datar-datar saja....apa persentasiku aneh ya... “Aduh...” Ayu mengusap kepalanya yang sakit karena tertimpuk buah salak. “Ngapain Bos lihat-lihat wajah orang. Itu persentasi gimana hasilnya?” tanya Winda kesal. “Apanya yang bagaimana? Persentasi udah selesai sejam lalu. Lha kalian ngapain kok main ekspresi begitu. Ada apa sih” Tanya Ayu penasaran. “Mana hamba tahu Bos” jawab Winda asal. Ayu yang mendengar jawaban Winda hanya bisa melotot kesal. Ditanyain beneran eeehhh jawabnya begitu. Minta di tendang nih orang. “Apa lihat-lihat sampai segitunya bos. Naksir ya?” “Najis....” Jawab Ayu sewot. “Hahahahaha jatuh cinta juga gak apa-apa bos. Nggak dosa” sahut Winda sambil tertawa berderai. Pletak “Aduh...” teriak Winda tiba-tiba. Dilihatnya sebuah buku setebal langit dan bumi mendarat di kepalanya. Uuhh sakit banget itu pastinya. Secara mana ada buku setebal itu? Hehehehe. “Berani ngomong asal lagi....Habis itu kepala” sergah Ayu sewot bin ngambek bin besungut. “Mau di bantuin hajar Winda bos? “ Kata Winda dengan penawaran yang menggoda. “Boleh” jawab Ayu asal dan kemudian pergi meninggalkan Pru yang sudah mengambil ancang – ancang untuk menghajar Winda. “BOOOOOOSSSSS” seru Winda jengkel dan mulai menghalau tangan Pru yang membawa gulungan kertas untuk mulai di pukulkan ke kepalanya. Maka dimulailah perang berdarah antara Pru dan Winda yang akhirnya menjadi tontonan semua peserta rapat. Aditya hanya geleng-geleng melihat keduanya. Dilihatnya Ayu pergi dengan tatapan rindu yang membara.    
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD