"Lang." "Hm?" "Pernah gak lo kepikiran persahabatan kita bisa berubah ke arah lain?" "Arah mana? Utara, selatan, barat, timur?" Lelaki itu tertawa dengan seenaknya menganggapnya lelucon. "Sebelumnya gue selalu memikirkan tentang hal itu. Sampai akhirnya sekarang gue sadar itu adalah hal yang mustahil." "Kenapa mustahil?" Elang membuka matanya menghadapkan wajahnya ke arah Annabeth. "Karena sekarang emang itu udah jadi hal yang mustahil." "Lo menolak gue," gumam Elang. "Lo dengar apa yang gue bilang soal kesempatan kedua 'kan?" "Gak ada kesempatan kedua diantara kita, Lang." "Kita bahas lain kali aja. Lo masih bareng sama Angkasa, dan gue masih sama Ayunda. Kita bahas soal kesempatan kedua nanti aja, setelah masalah masing-masing dari kita selesai. Seenggaknya bertahap dulu, jangan
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


