Pagi-pagi sekali, Firman bergegas ke kantor Rani, sebelum ke kantornya. Mempunyai istri muda, tak pernah ada dalam rencana hidupnya. Pun bagaimana hidup dengan dua istri. Nyatanya itu tak mudah. Dia bahkan tak pernah bertandang ke kantor istri barunya, pun memperkenalkan diri sebagai suaminya. Begitu pula Rani. Jauh berbeda dengan Citra yang hampir semua rekan kantornya tahu itu adalah istrinya. "Mbak, Bisa ketemu dengan Bu Maharani?" Firman langsung menuju meja resepsionis. Dulu, kantor Rani yang di Surabaya adalah rekanan bisnis dari kantornya. Sementara, yang di Jakarta adalah kantor pusatnya. Jadi, tak sulit untuk tahu dimana kantor Rani. Setelah diarahkan ke ruangan kerja Rani, Firman bertemu dengan salah satu staf di sana. “Maaf, Pak. Bu Maharani sudah mengajukan proses

