Perhatian Terbagi

1346 Words

Jam makan siang telah tiba. Suasana kantin kantor yang tidak terlalu ramai dipilih Nindy sebagai tempat untuk menenangkan diri. Semenjak Arinda sibuk dengan pekerjaannya, Nindy jarang menikmati masakan sahabatnya itu. Mau tidak mau dia harus membeli makan siang sendiri. Beruntung Nindy sudah bisa berbaur dengan karyawan lainnya. Mata Nindy mengedar ke segala arah. Dia tersenyum saat melihat Tomi dan Dodit yang tengah menikmati makan siang sambil berbincang. Dengan membawa gulungan kertas di tangannya, Nindy berjalan mendekat dan menghempaskan tubuhnya di kursi kosong. "Kusut banget wajahmu, Nind." "Kayaknya aku kena mental deh, Mas," ucapnya sambil menyandarkan kepalanya di atas meja. Tomi terkekeh mendengar itu. Semua karyawan tahu tentang tugas yang Raka berikan pada Nindy dan semua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD