Drama airmata ahirnya membuat mereka mengajakku untuk duduk bersama diruang keluarga yang jarang sekali kudatangi selama tinggal dirumah ini. Paman dan bibi duduk berdampingan selayaknya sepasang suami istri yang saling mengasihi dan tidak terpisahkan, di sofa lain ada nenek yang duduk diapit oleh kedua sepupuku dan aku duduk sendirian dengan wajah sembab dan menyedihkan menunggu penjelasan mereka. Mengapa mereka baru mendatangiku, mengapa tidak saat ibuku masih hidup, saat ibuku selalu mengirimi mereka surat untuk bertanya kabar, saat ibuku berusaha menghubungi mereka melalui telepon yang selalu berakhir dengan rasa kecewa karena tidak ada salah satu dari mereka yang mau menyapa ibuku meskipun hanya sekedar basa-basi. "Semua karena wasiat dari kakekmu, kakekmu meninggal tidak lama sete
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


