Hendi membawa bahan makanan yang baru saja turun dari truk. Dios membantunya membawakan beberapa. Kafe itu tidak terlalu ramai di sore ini. Tak butuh waktu lama bagi mereka berdua untuk memasukkan bahan-bahan itu ke gudang penyimpanan. “Aku izin pulang ya mas.”Hendi bergegas. “Yoih Hen, hati-hati.” Sesaat setelah kepergian cowok itu, Shara datang. Dia terlihat lesu dengan tampilan lusuhnya. Dia meletakkan tasnya dan langsung mengambil alih kasir tanpa melihat ke arah Dios. Dios yang merasa aneh berjalan ke arahnya. “Kenapa neng?” “Eh, Mas Dios kapan disini?” “Dari tadi astajim.” “Hehehe..” “Kenapa lesu gitu? Lagi dapet? Apa kesambet?” “Ga apa-apa mas.” Aura Shara membuat Dios enggan nanya lebih lanjut. Saat ia akan pergi, tiba-tiba ia kepikiran sama Mila. “Gimana Mila? Udah ada

