Bab 29

1489 Words

Pagi ini matahari terik banget. Karangan bunga di depan Kafe TG langsung kering meski kemarin hujan deras. Hendi tampak sibuk mempersiapkan semuanya sebelum kafe itu buka. Dia termasuk manusia yang rajin di muka bumi ini. Dia terlalu profesional jika dibandingkan dengan Dios dan Shara. Lihat saja, Dios sibuk berjemur di bawah sinar matahari dengan kacamata hitamnya. Dia membiarkan Hendi bekerja sendirian. Dasar bos tidak tahu diri. Sebuah mobil terparkir tepat di depannya. Ia tetap berbaring di kursi itu. Seakan kehadiran orang itu tak mengusiknya. Orang yang berada di mobil itu ternyata bukan pelanggan. Mereka adalah pengacau Kafe TG, Jeffrey dan Midi. “Piye toh Di? Galau mulu, perasaan cewek-cewek udah pada gak nempel sama lo.”ledek Midian sambil duduk disampingnya. Ia langsung pak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD