Wraith

1279 Words

“Bukan itu yang mau kudengar.” Aku bergerak cepat tuk membebaskan diri, tapi dia menarik kedua bahuku. Laki-laki bermanik biru kelabu itu menunduk, menarik napas dalam-dalam. “Kalau begitu, apa yang ingin kau dengar?” Aku ingin tau segalanya tentangmu. Bukan hanya trauma lampau yang pernah k****a, tapi segalanya. Bagaimana kau melalui hari setelah kematian orang tuamu? Kenapa dulu kau terus menyakiti diri? Apa kau tidak kesepian setelah ditinggal adikmu pergi? Banyak hal ingin kutanyakan, Levine. Namun, aku takut membuka luka lamamu. Aku takut kau rapuh. “Fania?” lirihnya. Dadaku sesak, mata mulai memburam. Aku menelan semua pertanyaan itu ke dalam seraya menggeleng. “Maaf, belakangan ini Cafe selalu ramai, jadi aku merasa lelah.” Aku menunduk, merutuki diri yang tadi malah emosi. Pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD