Poison

1156 Words

Levine pulih dengan cepat, aku melihatnya sedang merokok di ruang tengah saat pulang dari Cafe. Dia duduk di sofa favoritnya dengan mantel tidur biru dongker dan piama hitam. “Kemarin aku berhasil bertemu dengan wanita itu.” Aku mengerjap seraya duduk tak jauh darinya. “Wanita itu?” Levine menghembuskan asap beraroma Vanilla dan citrus ke udara. “Yang mengambil jam kehidupanku.” “Dia yang menyayatmu?” seruku ngeri. “Ya.” Levine mendengus sarkasme. “Dia bilang kalau jam kehidupanku sangat cantik.” Aku mengumpat. “Dasar gila.” “Tidak apa. Berkat pertemuan itu, aku tau lebih jelas sosoknya. Aku juga tau kalau jam saku itu masih ada. Dia penyihir gadungan yang punya dimensi buatan sendiri, Fania. Itulah kenapa Moirai tak bisa menerka masa depanku yang terhubung padanya. Wanita itu jelas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD