"Please, jangan pergi." Ruangan Dokter Steven berubah hening. Reina membeku di depan pintu saat Steven memegang tangannya untuk menahan dirinya agar tidak pergi. Jantung Reina berdebar sekali lagi ketika laki-laki itu melakukan kontak fisik dengannya. Tapi tetap saha, Reina berusaha mengenyahkan pikiran itubdari dalam otaknya. Yang ia pilih dan paling ia inginkan saat ini adalah memiliki anak. Reina Kesuma tidak butuh suami, Reina hanya butuh anak yang lucu, yang akan menemaninya dqn menerima cintanya dengan tulus. Jika hari ini Dokter Steven menghentikan langkahnya untuk pergi, besar kemungkinan karena Reina adalah seorang pasien yang perlu dirawat hingga sembuh, dan bukan karena alasan lain. "Lepaskan aku, Stev!" keluh Reina dingin. "Tidak! Sebelum kamu memutuskan untuk duduk dan kit

