Reina melangkahkan kakinya turun dari mobil bersama Papa dan Mamanya. Mereka memutuskan untuk langsung kembali ke hotel sebab Keira belum dapat dihubungi. Gadis itu selalu saja menolak setiap kali Sanjaya mencoba untuk menghubunginya. "Kenapa Papa dan Mama hanya berdua?" lontar Reina saat mereka telah masuk ke dalam hotel. Ayuningtias menatap suaminya, berharap lelaki itu dapat memberikan jawaban atas pertanyaan putri mereka. "Keira masih tidak bisa dihubungi. Dia selalu saja menolak panggilan dari Papa," sahut Sanjaya. Ia meletakkan pantatnya di sofa yang ada di ruangan loby hotel. "Coba kamu hubungi kakakmu, Rein. Siapa tahu dia mau menerima telpon darimu," pinta Ayuningtias pada sang putri. Reina yang ikut merasa cemas dengan keberadaan sang kakak langsung mengambil ponselnya dari

