"Kau mau aku menolongmu, seorang pria yang hampir membunuh temanku karna ketidaktahuannya, untuk mendekatinya?" tanya Lucy balik dengan senyum tak percaya miliknya. Ia belum pernah bertemu dengan pria yang sangat tak tahu malu selain Fredge. Wajah Mr. Benedict merona merah akibay pertanyaan blak-blakan Luciana. Walau ia tahu akan mendapatkan serangan semacam ini, tapi saat diucapkan rasa malunya jauh berkali-kali lipat. "Aku benar-benar menyesal untuk hal tersebut. Aku berjanji kesalahan semacam ini tak akan pernah terjadi." Wanita pada umumnya akan membiarkan hal ini berlalu saat pria tersebut sudah berjanji. Tapi Luciana tidak, sebaliknya ia melengkungkan alis dengan tatapan tak percaya. "Dengan kau membiarkan Bella duduk di dekatmu, kau sudah menyiratkan kau tertarik padanya. Jadi

