Bidikan mata Maddison tak jua lepas dari dua insan itu. Kepalanya telah merangkai rencana untuk meniadakan perempuan muda yang tersenyum manis seakan tengah mengejeknya. "Aku rasa kau harus mengatakan ini pada Tuan Max." Katie berbicara menambah suasana hati Maddison memburuk. "Memang itu rencanaku." Gelas wine digenggaman Madison dekatkan pada bibir sebelum menyesapnya. Cairan merah berperisa alkohol itu mengalir basahi tenggorokan semula kering, sejenak ketenangan merayapi benak yang terasa panas. Benaknya dibakar kian menjadi begitu petugas menyerahkan emerald eksklusif kepada perempuan muda itu— artinya benar dia memiliki saingan. Katie berdecih, bibirnya mencebik tak suka. "Tidak ada yang menarik dari perempuan itu, bisa-bisanya Isaac memberikan emerald." "Aku yakin. Perempuan

