Segelas wine di genggaman tangan lentik berhiaskan kuku bermodel stiletto nails, dipadukan cat kuku berwarna maroon penuh kilauan cantik digoyangkan perlahan, seakan sang empu tangan cantik itu tengah menghitung mundur setiap gerak-gerik seorang wanita manis di sisi sang kekasih. "Kau tak ingin menjambaknya?" Katie, wanita berbalut dress satin warna nude itu membisik dengan pandangan mengacu pada satu titik yang sangat ingin Madison lempari dengan gelas wine di tangannya. "Perempuan itu terlihat sangat memuakkan." Madison biarkan Katie mengumpati wanita yang saat ini menggandeng lengan Isaac, seolah Isaac adalah miliknya seorang. Lekas cairan merah dalam gelas pun Madison sesap, buat cairan beralkohol itu dapat sedikit tenangkan kobaran amarah. Bibir Katie mencebik, mengejek senyum sang

