Dua Puluh Lima

1394 Words

“Jangan cape-cape kalo Ayah ajarin, ini semua biar kamu nanti enggak kaget kalo ngambil alih perusahaan Ayah.” Aldi hanya mengangguk pasrah, mengingat bagaimana sosok kepala keluarganya itu sangat ingin ia mengikuti jejaknya. Selain karena anak semata wayang, jiwa pembisnis perusahaan di keluarga Aldi sudah mendarah daging. Itu juga salah satu alasan mengapa dirinya memilih untuk mengambil jurusan IPS, berbeda dengan teman-teman nya. Setelah selesai mendengarkan pengarahan dari sang ayah, Aldi segera mengambil tas yang sudah ia siapkan di atas sofa. Dengan mengambil botol minum yang ada di lemari, Aldi mengisi nya dengan air dari dispenser. Setelah itu ia berjalan mengambil topi di atas meja makan. “Mau kemana lagi kamu?’ “Tadi kan udah belajarnya, sekarang waktunya olahraga biar sehat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD