# Jangan Lupa Tap Love nya #
Aku tidak menyangka, setelah tinggal dua bulan di Jogja ku pikir akan ????????, ternyata tidak! Di sini aku banyak teman, aku tidak merasakan yang namanya kesepian! Di tempat ku bekerja, banyak yang mengenali ku sebagai ???? (????????? ????). Tinggi badan ku seratus lima puluh sembilan sentimeter, dengan berat badan yang proposional, kulit ku cukup bersih dan terawat, wajah ku lumayan manis dan sebagai tambahan, aku mendapat beasiswa di Universitas ternama, kampus A. "Maba ya?" Tanya seorang pria, yang seperti nya juga maba seperti ku, yang pandangan nya tidak bisa lepas dari ku. "Iya! " Jawab ku pendek, aku membereskan meja yang baru saja di tinggalkan oleh beberapa mahasiswa yang baru saja meninggalkan tempat ini. " Owh ya nama gue Jodi! "Sahut pria tersebut mengacungkan tangan kanan nya untuk bersalaman dengan ku. Aku menoleh ke arah nya. " Nama gue Amara!" Sahut ku sambil tersenyum dan bersikap ramah, dan aku segera memberikan tangan ku untuk bersalaman dengan Jodi. " Elu ngekost Ra? "Tanya Jodi lagi sambil meminum pesanan yang tadi dia pesan. " Iya gue ngekost!" Sahut ku sambil mengelap keringat di dahi ku yang tanpa permisi turun begitu saja. "Nanti kalau udah selesai ngobrol-ngobrol yuk? " Ajak Jodi sambil memandang ku dengan seksama. "Oke! Tapi nanti kalau gue udah selesai! " Sahut ku masih tersenyum dan bersikap ramah lalu berjalan meninggalkan Jodi yang masih menatap kepergian ku menuju ke dapur kafe, sedangkan tangan ku penuh dengan membawa gelas-gelas dan piring-piring kotor di atas meja yang sudah aku bersihkan. Satu jam kemudian jam kerja ku usai. Ku lihat jam tangan merek bagus dan ternama hadiah dari aku ikut lomba matematika antar sekolah, yang waktu itu hadiah nya berupa medali dan juga uang yang sangat lumayan besar nya. Sangat besar arti nya bagi keluarga ku yang miskin, aku membelinya dengan uang tersebut. Pada saat aku membeli jam tangan tersebut, aku mendapat potongan harga dari pemilik toko jam tangan. Bahagia tak terkira bisa mempunyai jam tangan bagus. Jam di tangan ku sudah menunjukkan jam 8 malam. Dan aku keluar dari kafe itu. "Ra! " Terdengar suara seseorang pria memanggil ku dengan suara agak keras! Lalu dia berjalan menghampiri ku. "Eh! Jodi kan? Masih nungguin? " Sahut ku dengan ekspresi terkejut, melihat jam di tangan ku menunjukan jam 8.05 malam. Wajah nya tersenyum senang begitu aku mengingat nama nya. "Iya lah! Kan gue bilang tadi pengen ngobrol-ngobrol sama elu, Ra! " Sahut nya wajah nya tetap tersenyum lalu dia menanyakan aku ngekost di mana sambil berjalan menuju motor besar nya yang berwarna merah. Lalu aku menunjukkan di mana aku tinggal dan kami naik motor bersama menuju tempat kost ku. Tiba di depan kost-kostan, "Owh! Elu ngekost di sini Ra? "Tanya Jodi sambil melepaskan helem dari kepala nya. " Iya! Ayok masuk! "Ajak ku sambil berjalan menuju pintu gerbang kost ku. " Tempat kost gue gak jauh dari sini sih Ra! "Terang Jodi sambil menuntun motor nya masuk melewati pintu gerbang dan memarkir nya di situ. " Owh ya! "Sahut ku terkejut. " Disini yang ngekost cewe semua, gak boleh ada cowo! "Terang ku pada Jodi sambil membuka sepatu ku. " Owh! "Sahut nya pendek sambil membuka sepatu nya dan melihat sekeliling ruang tamu kost. " Duduk dulu deh! Gue mau ambil minum! Terang ku sambil menuju dapur di tempat kost ku.
Sepuluh menit kemudian aku kembali dengan membawa dua gelas air putih dingin dan ku letakan di meja ruang tamu. "Air putih aja yak? " Seru ku sambil menyodorkan segelas air putih untuk Jodi. " Gak masalah! Langsung gue minum nih! "Sahut nya sambil meneguk air dingin di gelas yang aku berikan tadi dan kang tandas habis! Ternyata dia memang kehausan! " Keliatan banget kehausan nya lu, Jodi! "Seru ku sambil tertawa geli melihat tingkah nya. " Haus banget! Padahal kan gue belum lama minum? "Terang nya sambil tersipu malu sambil tersenyum geli melihat aku tertawa geli melihat tingkah nya. "Elu ambil jurusan apa Ra? " Tanya nya sambil duduk santai memandang ku lalu menaruh gelas yang isi nya sudah di minum habis.