# Jangan lupa tap love nya #
Setelah makan malam, kami duduk bersama membahas beasiswa ku di Jogja. "Kalau kakak kuliah di sana, terus tinggal nya sama siapa? " Tanya adik ku, Andi menatap ku sambil mengunyah kacang kulit. "Iya ya kak? " Tanya Alya, adik perempuan ku, sambil menatap ku dengan serius. Aku hanya tersenyum mendengar semua pertanyaan dari kedua adik ku. "Harus ngekost kan disana? " Tanya Ibu yang serius menanggapi pertanyaan dari kedua adik-adik ku. "Nanti Ayah sama Ibu usahain nyari biaya tambahan buat biaya hidup di sana! " Ucap Ayah ku menyakinkan pernyataan nya, bahwa Ayah dan Ibu, mampu untuk bisa mengirimkan uang untuk ku. Aku sungguh terharu mendengar nya. Aku segera memeluk tubuh Ayah ku dengan rasa tak terkira, tanpa kusadari mata ku menghangat, dan air mata keluar begitu saja. Aku selalu berdo'a semoga Ayah dan Ibu di berikan kesehatan dan umur yang panjang. Amiin. Ku lepaskan pelukan ku dari tubuh Ayah dan aku menghapus air mata ku dengan tangan ku. Aku sungguh terharu, melihat keluarga ku begitu mendukung ku untuk kuliah, untuk mendapatkan status sosial yang lebih baik lagi di mata masyarakat. "Nanti kakak akan nyari kerja di sana. Ibu sama Ayah gak usah khawatir. Kakak nyari kerja paruh waktu! " Terang ku sambil menatap serius pada kedua orang tua ku. Satu-satunya nya cara untuk meringankan beban kedua orang tua ku.
Tiga minggu sebelum pergi ke Jogja, aku sudah memilih dan membereskan pakaian dan barang-barang ku yang akan pakai di sana. "Barang-barang kakak udah semua nya di masukin ke dalam tas? " Seru Ibu sambil membantu memeriksa barang-barang yang ku bawa. "Udah dong Bu!" Sahut ku beranjak bangun dari lantai yang aku duduki tadi. Lalu mengambil segelas air minum untuk menghilangkan dahaga di tenggorokan ku. "Oke dah siap! " Seru ku pada Ibu yang sedang menatap ku sendu. "Udah lah Bu! Kakak pasti bisa! Do'a in aja semoga lancar di sana! " Sahut ku pelan sambil mengusap-ngusap punggung Ibu ku. Malam hari nya aku gelisah tidak bisa tidur, entah kenapa? Malam sudah larut, aku baru bisa tertidur. Pagi hari nya, aku sudah bersiap akan pergi. Sudah sarapan pagi. Ku peluk satu-satu adik ku, Alya " Hati-hati ya kak di sana? "Seru Alya lirih dan sendu. " Iya pasti! "Sahut ku pelan. Lalu aku berpindah pada Andi, adik laki-laki ku. " Jangan lupa kasih kabar ya kak? " Seru nya menjaga intonasi suara nya. "Hu'uh! " Sahut ku pelan. "Andi jaga Ayah, Ibu sama Alya ya? " Pinta ku pada adik laki-laki ku sambil menatap wajah nya dengan serius dan tegas! ". " Baik kak! " Seru nya Andi lagi. Sekarang aku berpindah pada Ibu. " Aku pergi dulu ya Bu! " Sahut ku lirih sambil melihat wajah Ibu ku, yang memperjuangkan untuk kehidupan yang lebih baik untuk anak-anak nya. Lalu aku berpindah ke Ayah. Ku peluk tubuh Ayah kudan aku berbisik " Doa kan kakak ya Yah! " Biar kuliah kakak cepet selesai! " Ucap ku lirih sambil memandang wajah sendu Ayah ku. "Ayah do'a kan semoga kakak kuliah nya lancar, tidak mendapat kesusahan di sana, meski jauh dari kami! " Sahut ayah sambil memeluk ku dengan erat. Dengan berat hati aku meninggalkan keluarga kecil ku yang miskin tapi harmonis!