Namun, tak lama pintu ruangannya di buka paksa. Wenas hanya melirik malas. “Lepasin, gue mau ketemu Wenas!!” teriak Maya memaksa masuk. Meski dengan meronta Wenas menghela napas pelan, pagi harinya terganggu. “Biarkan dia, kalian kembali ke tempat masing-masing” instruksi Wenas “Nah, dengerin tuh” ejek Maya sambil merapihkan bajunya yang kusut Setelah anak buah Wenas keluar, Maya segera mendekati Wenas. “Gal, aku kangen sama kamu tau” ucapnya sambil duduk menyender di pinggiran meja Wenas Sengaja Maya memanggil Wenas dengan nama tengahnya, seperti almarhumah istri Wenas yang sering memanggilnya dengan nama tengah. Wenas menegang saat ada yang memanggilnya 'Galang' membuatnya mengingat akan istrinya. Geram dan Wenas hanya diam, ia malas menanggapi mantan zaman sekolahnya ini. Karen

