Suasana makan malam saat ini begitu hening, Airin dan Adrian yang biasanya mengoceh pun tampak diam saja melihat aura suram dari ketiga wajah orang dewasa di sekeliling mereka "Mam." Suara Airin terdengar lirih, tidak seperti biasanya yang bagai speaker masjid. "Iya sayang, habiskan makananmu ya. Lalu kalian tidur sama Mbak Putri." Kata Mami menasehati gadis kecilnya, Airin menurut saja. Setelah selesai makan, Mami menemui Denis yang duduk dengan memijat pelipisnya. Kepalanya kembali berdenyut nyeri. "Kenapa? Ada masalah? Mau cerita ke Mami?" tanya Mami yang sudah duduk di sebelah putranya, Mami harap Denis mau berbagi beban kepadanya seperti dulu. "Haaah, mumet Mam." Kata Denis menghela napas berat. "Berbagi beban itu perlu Mas," "Sebenarnya ini masalah antara aku, Syla dan D

