08. Sesi Kedua

1596 Words
    Keesokan harinya, seperti biasa, acara pemilihan ratu sesi kedua segera diawali dengan sarapan bersama di seisi aula.     Sepuluh calon ratu yang terseleksi untuk masuk ke acara pemilihan sesi kedua, mendapatkan meja khusus dan duduk dekat dengan sang calon raja. Meja itu berbentuk bundaran raksasa. Val duduk di hadapan mereka, sementara kesepuluh calon tunangan pemuda itu duduk di sisi yang lain, membentuk pola setengah lingkaran.     Mereka semua melahap makanan dalam diam dan penuh kesantunan demi menjaga sikap mereka di depan Val, tak terkecuali Katniss dan Acacia. Sebenarnya, Katniss tidak sedang berusaha untuk memenangkan acara pemilihan ini. Menjadi permaisuri dari seorang raja adalah daftar keinginannya yang paling terakhir. Tetapi, karena sesi pertama sampai ketiga memiliki sistem pengelompokan dari masing-masing planet--dan kelihatannya Acacia benar-benar tertarik dalam acara pemilihan ini, jadi ia ikut turun tangan demi terkabulnya keinginan Acacia.     Setidaknya sampai sesi ketiga, karena pada sesi keempat, sistem pengelompokan itu akan berganti menjadi sistem individual--yang artinya mereka akan menjadi saingan.     Seusai sarapan, para kesepuluh calon mulai saling bersampingan dan mendengar penjelasan Lachlan tentang sesi kedua. Di dalam sesi kedua ini, mereka akan diminta untuk memainkan musik klasik dengan alat musik yang dapat mereka kuasai. Tidak cukup sulit untuk mereka semua karena mereka telah terlatih selama singgah di planet masing-masing.     "Apakah ada yang keberatan?" tanya Lachlan.     "Tidak ada."     "Baiklah, persiapkan diri kalian semua terlebih dahulu." Lachlan membungkuk, "Salam Regalis!"     Mereka dipersilakan masuk ke dalam sebuah ruangan yang ternyata penuh dengan alat musik. Sangat lengkap. Bahkan ada alat musik asing yang terlihat kuno, tetapi tidak menghilangkan kesan klasiknya. Katniss terpukau dengan keindahan ruang pengoleksi musik yang ada di dalam istana ini.     Setelah bernegoisasi selama lima menit, akhirnya Katniss dan Acacia akan berkolaborasi memainkan lagu Moonlight Sonata oleh Beethoven. Alat musik yang akan mereka gunakan adalah piano dan biola--dengan Katniss sebagai pemain piano dan Acacia sebagai pemain biola.     Keduanya segera mencoba untuk bermain bersama dan menghasilkan alunan melodi yang begitu lembut. Mereka terlihat begitu menyelami perasaan, sehingga menciptakan rasa yang bercampur, terdengar sangat merdu untuk didengar.     Salah seorang putri terkesiap saat mendengar kemerduan dari musik yang dimainkan oleh Katniss dan Acacia. Ia berjalan menjauh dari teman satu planetnya dan bertepuk tangan di hadapan kedua gadis itu. "Sungguh indah," ucapnya, ramah.     Katniss dan Acacia sama-sama menoleh dan terlihat salah tingkah. "Eh. Terima kasih, Lady Namira Brooks," balas keduanya, bersamaan.     "Sama-sama, Lady Katniss Groover dan Lady Acacia Marshall. Kuharap kita akan bertahan sampai penghabisan," ujar Namira, salah seorang putri selain Rosaline Garrett yang berasal dari Neptunus.     "Betapa ramahnya dirimu, Lady Namira," tutur Acacia, mengapit sisi kanan dan kiri gaunnya dan membungkuk kecil.     Namira tersenyum kecil, "Kaupun begitu."     Rosaline, teman satu planet Namira, berjalan penuh arogan mendekati mereka. "Namira, untuk apakah kau berbicara dengan kedua putri ini? Ingatlah, mereka adalah saingan kita. Sebaiknya kita berlatih musik sekarang," ucap Rosaline, anggun tetapi terdapat makna tertentu dalam nada bicaranya.     Katniss tidak suka nada bicara seperti itu, terutama cara Rosaline menatap dirinya dan Acacia, seakan-akan mereka tidak pantas berada di sini. Dari awal pertama Katniss melihatnya, gadis itu tahu kalau Rosaline bukanlah seorang putri rendah hati dan memenuhi kriteria calon ratu. Tetapi ia hanya menggunakan topengnya untuk menarik perhatian Val dan keluarganya.     Selama ini, gadis itu hanya berakting.     "Aku hanya mengapresiasi kepiawaian mereka dalam bermusik, Lady Rosaline," balas Namira, terdengar baik-baik saja.     "Tidak perlu mengapresiasi mereka, Namira. Sesungguhnya, merekalah yang perlu melakukannya." Rosaline masih memandang rendah pada Katniss dan Acacia secara bergantian, "Mungkin permainan mereka bagus, tetapi permainan kita akan jauh lebih bagus jika kita segera berlatih sekarang."     Namira sama sekali tidak keberatan. Ekspresi ramah masih belum lepas dari wajahnya. "Baiklah, sepertinya aku harus pergi sekarang. Selamat pagi dan Salam Regalis, Lady Acacia, Lady Katniss," ujar Namira, setelah itu mengikuti Rosaline yang telah berlalu dari mereka.     "Perbedaan yang sangat konkret, namun abstrak," bisik Acacia.     Katniss tersenyum geli mendengar kiasan dari Acacia yang terdengar aneh untuknya. Mereka memutuskan untuk kembali berlatih sebelum sesi kedua benar-benar dimulai.     Satu jam berlalu dan para putri yang berada di dalam ruang musik segera dipersilakan untuk kembali ke aula. Bagi yang tidak terseleksi pada sesi pertama, mereka diperkenankan untuk duduk dan menyaksikan penampilan para putri yang terseleksi. Sementara keluarga berdarah biru itu duduk di bangku kebesaran yang telah disediakan di tengah aula.     Kenikmatan tidak terpampang di wajah Cal selama penampilan pertama dari Planet Mars. Isla Knox dan Clementine Whittaker sama-sama memainkan alat musik harpa. Keduanya terlihat sangat menguasai alat musik tersebut, tetapi berahi tidak muncul sama sekali dari wajah sang putra mahkota kedua. Berbeda dengan Cal, keluarganya tampak sangat antusias hingga sepasang mata mereka berpejam sembari mendengarkan alunan musik penampilan pertama yang dibawakan oleh Isla dan Clementine.     Sesudah mereka selesai, tepuk tangan sebagai suatu apresiasi langsung berkumandang di seisi aula. Katniss berdecak kagum sambil tetap bertepuk tangan. Ia tersenyum ketika Isla dan Clementine kembali ke bagian deretan kursi yang disediakan untuk calon terseleksi. "Penampilan yang mengagumkan," tutur gadis itu.     "Terima kasih," balas Isla dan Clementine secara bersamaan.     "Teruntuk Lady Valentine Grant dan Lady Ines Beauregard dari Jupiter, diperkenankan untuk naik," ucap Lachlan.     Begitupun seterusnya. Mereka semua terlihat sangat piawai dalam bermusik. Val benar-benar tidak salah memilih calon ratu. Bahkan, hingga saat ini, ia masih bingung dengan perasaannya sendiri. Val tidak bisa memilih di antara kesepuluh putri tersebut, di lain sisi ia juga mengingat adiknya yang sangat menginginkan jabatan.     Namira dan Rosaline berjalan menuju ke atas panggung saat nama mereka dipanggil oleh Lachlan. Katniss bersedekap dan mengamati keduanya yang akan memainkan sebuah lagu dengan alat musik yang sama seperti Katniss dan Acacia, yakni piano dan biola.Hal terkonyol adalah mereka memainkan musik Fur Elise yang berasal dari Bumi.     Apakah lagu itu tersebar hingga ke Neptunus?     Banyak sekali hal-hal misterius yang tersembunyi di balik seluruh planet yang ada di angkasa. Planet-planet tentu memiliki kehidupan, hanya saja orang-orang tidak akan pernah tahu, karena mata mereka diciptakan hanya untuk melihat kehidupan di peradaban mereka sendiri.     "Permainan musik mereka memang bagus," Acacia berkomentar, "tapi rasa-nya kurang dapat. Apalagi si Rosaline angkuh itu. Pokoknya kita harus lebih baik daripada mereka!"     Acacia tampak begitu b*******h untuk mengalahkan Rosaline. Hal itu membuat Katniss tertawa pelan dan melanjutkan pengamatannya terhadap permainan keduanya. Ada yang sedikit melenceng, tanggapnya dalam hati.     Namira dan Rosaline turun dari atas panggung setelah mereka membungkuk dengan hormat. Rosaline menatap remeh ke arah Katniss setiba dirinya di deretan kursi para terseleksi. Bukan tersinggung, Katniss tertawa di dalam hati. Bahkan dia tidak tahu ada nada yang melenceng ketika dia memainkannya. Lucu sekali!     Hingga, tibalah penampilan terakhir yang akan dibawa oleh Katniss dan Acacia. Dengan anggun, mereka melangkah ke atas panggung dan memberikan salam hormat untuk para keluarga bangsawan tersebut. Tatapan Katniss tanpa sadar teralihkan pada Cal yang tidak terlihat kesakitan sama sekali, padahal luka pada perutnya tergolong dalam. Tidak salah lagi, Cal dan keluarganya bukanlah manusia biasa. Sampai sekarang, ia tidak tahu makhluk jenis apakah mereka.     Cal balas menatap Katniss tanpa mengucapkan apapun, kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah lain dengan raut tak tertarik. Katniss duduk di atas kursi piano, sementara Acacia segera mengambil biola yang tergeletak di lantai. Keduanya sama-sama menghirup napas sebelum memulai.     Alunan piano yang dimainkan oleh Katniss menjadi awal dari musik klasik berjudul Moonlight Sonata. Setelah beberapa detik, Acacia memadukan alunan biolanya pada alunan piano yang dibawakan Katniss. Mereka berdua terlihat sangat menyelami perasaan masing-masing, membuat keluarga bangsawan tersebut benar-benar sangat menikmatinya.     Cal menyamankan posisinya dan mengamati wajah Katniss dalam diam, lalu menurunkan pandangannya pada luka di perutnya. Pemuda itu memang tidak suka untuk disentuh, tetapi ia tidak dapat menolak saat Katniss menyentuhnya. Dirinya seperti kehilangan akal sehat--padahal hanya segelintir orang saja yang dapat menyentuhnya, itupun hanya untuk beberapa saat.     Musik klasik berjudul Moonlight Sonata berlangsung selama lebih kurang empat menit dan selama itupula, seisi istana terasa tenggelam pada musik tersebut. Tak terkecuali Rosaline--gadis itu berusaha untuk tidak terkecoh, tetapi akhirnya ia menutup kedua matanya.     "Benar-benar indah," tutur Namira.     "Musik kita jauh lebih indah," balas Rosaline, merasa jengah dan marah.     Sebagian orang segera berdiri dan memberikan apresiasi sebanyak mungkin untuk penampilan terakhir. Mereka semua sangat puas dengan apa yang dibawakan oleh Katniss dan Acacia. Beragam tanggapan langsung mengisi aula, tetapi tanggapan positif cenderung lebih banyak daripada tanggapan negatif.     Dalam singgasananya, Val menepuk kedua tangannya dan melemparkan senyuman lembut ke arah keduanya. Katniss dan Acacia tampak begitu bahagia dan segera turun dari panggung dengan langkah yang sedikit bergemetar. Katniss sempat beradu pandang pada Cal sebelum gadis itu melengos dan pergi menuju kursinya.     "Baiklah, pengumuman seleksi sesi kedua akan kami sampaikan tiga jam dari sekarang," Lachlan berdeham, "kini para putri dipersilakan untuk pergi dari lingkungan aula dan kembali berkumpul saat acara pengumuman dimulai. Terima kasih."     Setelah mereka mulai bubar dari aula, Val dan keluarganya segera memberikan penilaian khusus untuk penampilan-penampilan tadi. Namun, terpilih atau tidaknya mereka, semuanya berada di tangan Val. Untuk apa mereka mendesak Val dan berakhir dengan seorang ratu yang tidak berlandaskan cinta?     "Jadi, hanya ada tiga pasangan yang dapat kaupilih," ungkap Raja Hector I.     Val tampak ragu, "Aku tidak tahu. Penampilan mereka semua sangat bagus."     "Dad sarankan kau memilih pemain terakhir tadi. Tetapi, kembali kepadamu, Valore."     "Sesungguhnya ... aku cukup tertarik dengan salah satu di antara mereka. Katniss Groover. Entahlah, aku merasa gadis itu memiliki potensi yang besar untuk memimpin Planeta Nobella," aku Val.     "Katniss?"     Val dan yang lain memandang Cal yang mulai mengangkat suara setelah lama ini berdiam. Setelah tersadar dengan apa yang dikatakannya tadi, Cal segera menolehkan wajah ke arah lain secara apatis. "Lupakan saja," bisiknya.     Ratu Alzetta mengusap bahu Val. "Ini semua keputusanmu, putraku. Kaulah yang berhak untuk memilih siapa yang engkau mau," ujarnya, lembut.     Val tersenyum, "Terima kasih, Mom, Dad. Aku akan memikirkan ini secara matang-matang. Dan berhubung masih ada dua sesi lagi yang tersisa, sepertinya aku tahu siapa yang akan kupilih untuk menuju sesi selanjutnya."     "Lantas, siapakah mereka?"     "Lady Namira Brooks, Lady Rosaline Garrett, Lady Valentine Grant, Lady Ines Beauregard, Lady Acacia Marshall, dan Lady Katniss Groover."     Tidak ada yang tahu, Cal ingin sekali menghapus nama terakhir dalam daftar putri yang disebutkan oleh Val tadi. Entahlah, rasanya ini semua terasa aneh untuknya. Yang pasti, ada sesuatu yang membuat Cal tidak ingin sang kakak menyebutkan nama terakhir tersebut.     Perasaan aneh itu muncul secepat kilat.[]
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD