Bab 22

1042 Words

"Baik, Mamanya Ezar...terima kasih sudah membawa Tio. Kalau dia nakal, tolong langsung hubungi saya di sekolah,"kata Miranda sambil merapikan pakaian Tio."Tio, nanti di sana dengar apa kata Mama dan Papanya Ezar ya. Harus sopan kalau minta sesuatu. Nanti Papa yang nyusul." "Iya, Ma." Tio mengangguk patuh. Tentu saja harus patuh, kalau tidak, bisa-bisa ia tidak boleh pergi bersama Ezar. Ia sangat ingin makan ayam goreng yang katanya enak sekali itu. "Ya udah, Ezar, Tio...ayo kita pergi!" Ryu memanggil keduanya. "Dah, Mama!" Tio melambaikan tangannya dan berlari ke arah Ryu. Ryu menggandeng keduanya ke arah mobil. "Bu, kalau boleh tahu, nanti makannya dimana ya? Mungkin nanti saya jemput aja kalau suami saya sudah datang." Miranda sungguh merasa tidak enak, orangtua Ezar benar-benar baik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD