Bab 21

1151 Words

Deru napas tak beraturan tersengar begitu jelas di ruangan gelap ini. Sudah pukul dua dini hari, namun sepasang suami istri itu masih bercinta. Suasana hening, Maira mendesah sambil sesekali mengecup pipi dan bibir sang suami. Ryu mengerang, beberapa hentakan keras ia lakukan saat cairan miliknya keluar. Pria itu merebahkan diri di sebelah Maira, lelah, dan rasa kantuk yang semakin besar. Ini adalah salahnya, memaksakan diri untuk bercinta usai perjalananya yang sangat jauh. Tapi, ia sudah rindu, karena seminggu tidak bertemu dengan sang istri. Ryu menarik napas panjang, sesekali mengusap perutnya yang buncit yang merupakan salah  satu penyebab ia kesulitan mengambil napas. Pernikahan ini membuatnya menjadi pria yang tidak seksi lagi. Ia hanyalah seorang Ayah yang memiliki lemak di bawah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD