"Ini pesawat pribadi? Wah enak banget jadi orang kaya ya, kemana-mana pakai pesawat sendiri. Gak harus antri, gak harus rame-rame sama orang lain." Viona bicara sambil mengintip ke arah liar lewat jendela kaca pesawat. "Tapi sayangnya, aku tidak bisa menikmati fasilitas ini dengan bebas, Vio. Karena semua ri kuasai oleh kak Bayu," sahut Bintang. "Jangan mulai, Bintang. Kamu mau aku turunin sesudah di atas nanti?" tanya Bayu kesal. "Sadis amat sih, Kak. Iya deh aku diem," sungut Bintang. "Kalau suaramu gak berguna, memang sebaiknya diam saja daripada biki emosi. Kamu mabuk udara gak?" tanya Bayu menoleh pada Viona setelah mengomeli Bintang. "Gak kok, selama ini sih gak pernah. Semoga saja anak ini gak bikin ulah, kan maunya dia sebentar lagi terkabul tuh. Jadi jangan banyak ulah ya nak

