Viona Hamil

1028 Words

"Tuan kita sudah sampai," ucap Arvin dan langsung turun untuk membuka pintu. "Ayo turun!" ajak Bayu dan keduanya turun. "Saya akan parkir mobil dulu, Tuan. Setelah itu saya akan langsung ke mendaftar untuk nona Viona," ujar Alvin. "Tidak usah, biar aku sendiri yang mendaftar biar cepat. Kamu parkir dan susul kami, ayo kita masuk!" ajak Bayu dan kembali merangkul Viona seperti memapahnya. "Tidak usah begini, aku ini tidak sakit dan masih bisa jalan sendiri. Jangan berlebihan begini," ucap Viona menyingkirkan tangan Bayu. "Aku itu perhatian padamu, apalagi kalau kamu benar-benar mengandung anakku. Tapi kamu malah menolak kebaikanku," sungut Bayu melepas rangkulannya. "Iya aku tau, tapi tidak usah berlebihan. Aku tidak nyaman," jawab Viona. "Sudah terserah kamu saja, ayo kami duduk sin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD