Hari sudah sore, Lita merasa tubuh nya segar kembali setelah bangun tidur siang. Semenjak dirinya menginjak kelas 3 SMA jarang sekali tidur siang karena harus bimbingan di sekolah untuk persiapan Ujian Nasional. Tapi kini ia lega karena sekolah nya hampir selesai, hanya menyelesaikan tugas remidi dan jadwal untuk persiapan persahabatan antar sekolah nanti.
Lita memutuskan untuk keluar, ia mengeluarkan motor dari garasi rumah nya. Kemana yaa, gumam Lita dalam hati. Akhirnya dirinya memutuskan untuk pergi ke danau kecil dekat rumah nya.
Sepi, pikirnya. Danau dekat rumah nya memang sepi, karena hanya danau kecil yang hanya beberapa orang saja yang sering memancing di situ.
Dia duduk di bangku sambil menatap tenang nya air danau. Sebentar lagi senja tiba, suara seorang lelaki membuyarkan lamunan nya,
"tumben kesini?"
Lita segera menoleh ke pemilik suara itu, suara yang tak asing bagi nya,
"kok tau aky kesini?", Lita kaget bukan main saat di dapati Wahyu yang ada disana.
Wahyu hanya tersenyum.
"kamu ngikutin aku lagi?", Lita berdiri dan mulai menunjukan ekspresi kesal nya,
"kalau memang iya?"
"aku gak suka ya di ikutin terus, bikin gak nyaman aja" jawab Lita dengan nada kesal, padahal jauh dalam lubuk hati nya ia sedikit tenang karena merasa ada yang menjaga nya,
"gak ada yang ngikutin kamu Lita, aku tadi beli obat buat mama aku, terus pas lewat sini aku lihat motor kamu parkir disini, ya aky samperin sekalian", Wahyu memang tengah membelikan ibu nya obat di apotik dekat rumah Lita, saat melihat motor Lita terparkir di taman dekat danau ia segera menghampiri nya memastikan benar Lita atau bukan, dan ternyata benar, gadis tomboy yang selalu menarik perhatian nya itu sedang menikmati indah nya senja di danau seorang diri.
"semua serba kebetulan Lit, tapi aku bersyukur di libatkan dengan semua hal yang menyangkut kamu",
"maksud kamu?"
"kamu ingat waktu motor kamu mogok di tengah deras nya hujan, saat itu aku pulang dari coffe shop, dan aku ngeliat kamu dorong motor, ya akhirnya aku tolongin", Lita hanya diam terkejut mendengar perkataan Wahyu, Wahyu pun mulai jujur dengan semua nya.
"Aku sebenernya gak ada niat buat ngikutin kamu diam-diam, tapi tempat kaku nongkrong sama temen-temen kamu itu tempat aku nongkrong juga. waktu aku ngeliat kamu pulang sendiri tengah malem aku khawatir, takut kamu kenapa-napa, makanya aku ikutin diam-diam memastikan kalo kaku sampe rumah dengan selamat",
"apa kamu selalu bersikap seperti itu ke semua wanita?"
"maksud nya?
"ya kaku diam-diam ngikutin kalo ada wanita pulang tengah malam",
Wahyu tertawa, "ya enggak lah, di kira aku gak ada kerjaan ngikutin semua wanita",
"terus?"
"ya kamu doang Lita, aky gak mau ada yang coba-coba melakukan pelecehan sama kamu lagi kalo kamu pulang malam",
Lita kaget, "kamu tau tentang kejadian itu?" tanya Lita sambil menoleh ke arah wahyu dengan tatapan penuh tanya,
"ya, sakit hati aku saat ada yang mencoba melakukan itu"
"jangan-jangan kamu yang..."
belum sempat Lita meneruskan ucapan nya, Wahyu mengucapkan kalimat yang membuat Lita kaget.
"ya, aku yang klakson orang-orang itu".
Lita sungguh tak menyangka, ternyata selama ini Wahyu yang banyak menolong nya.
Dering telfon Wahyu berbunyi,
"halo"
"nak, dimana? beli obat lama sekali?"
terdengar suara wanita paruh baya sedang berbicara lewat telfon dengan Wahyu.
"iya ma, sudah beli obat. ini mampir sebentar ada pemandangan indah yang gak bisa Wahyu lewatkan, 5 menit lagi Wahyu pulang", nada bicara Wahyu yang begitu lembut ke ibu nya membuat Lita merasa tenang.
"kamu ini suka becanda aja"
"ga becanda ma, Wahyu serius. ya sudah mama tutup telfon nya ya, sebentar lagi Wahyu pulang".
sambungan telfon pun berakhir.
Wahyu yang tersenyum sendiri setelah mengangkat telfon dari mama nya membuat Lita penasaran,
"kenapa?"
"gak papa, hanya berfikir saja seandainya pemandangan indah itu bisa aku bawa pulang pasti nyokap seneng",
"ya tinggal kamu foto aja senja nya, gitu aja repot"
"ada yang lebih indah dari senja"
"apa?"
"kamu, Lita" , jawaban wahyu membuat lita terpaku. jantung nya berdetak tak beraturan membuat nya sedikit gugup. Tidak ingin terlihat gugup, Lita mengambil ponsel nya dan melihat jam berapa sekarang, karna di rasa malam sudah hampir tiba.
"aku balik dulu, sudah hampir setengah 6"
Wahyu menahan Lita, memegang tangan nya, untuk tidak beranjak dari tempat duduk nya, Lita terkejut saat di dapati Wahyu memegang tangan nya dan jantung kembali berdegub kencang, kini ia menyadari hanya sentuhan dari Wahyu yang membuat jantung nya berdetak tidak beraturan,
"kenapa?", tanya Lita dengan ekspresi gugup.
"malam ini kamu jangan keluar ya, jangan pergi nongkrong dulu", dengan hati-hati ia mengatakan itu pada lita,
"kenapa?"
"aku malam ini gak bisa ngikutin kamu, gak bisa jagain kamu karna mama minta aku temenin, aku gak mau kamu pulang malam dan terjadi apa-apa sama diri kamu Lita",
"aku bisa jaga diri sendiri"
dengan melepaskan tangan nya dari genggaman Wahyu, Lita meninggalkan Wahyu yang masih duduk di bangku seorang diri.
Hati Lita tak karuan saat mendengar ucapan Wahyu, seperti ada yang sakit tapi entah di bagian mana.
sampai rumah Lita merebahkan tubuh nya di kasur, pikiran nya berantakan, entah apa yang sedang mengusik pikiran nya.
kenapa hati aku sakit saat Wahyu bilang dia gak bisa jagain aku?, kesal Lita dalam hati.
Terdengar ketukan pintu dari luar kamar Lita, saat dirinya sedang mandi. kamar mandi Lita memang berada di dalam kamar .
"Lita, ada didik di bawah" terdengar suara Wati dari luar kamar nya, Lita segera membuka pintu, "bilang sama didik aku gak mau keluar, badan ku pegel",
"emang kamu tau didik mau ngajak keluar?"
"kalau gak ngajak keluar terus ngapain? kerja kelompok? uda bilang aja kayak gitu"
Lita menutup pintu kamar nya meninggalkan Wati yang heran melihat adik nya.
...
waktu menunjukkan pukul 7 malam, Lita belum makan malam juga belum keluar kamar, entah kenapa perasan nya mengatakan kalo lebih baik dirinya berada di rumah, Alifah mengetuk pintu kamar nya,
"Lita, gak mau makan?"
"nanti aja ma, kalo laper juga pasti makan"
"berarti belum laper?"
"belum", Lita hanya menyahut dari dalam kamar tanpa membuka pintu kamar nya.
Lita sedang memainkan gitar,
resah hati ini tanpa nya,
memikirkan dia
selalu tentang dia yang memberikan indah nya cinta...
Lita menyanyikan lagu dari band seventeen, dan kemudian ia diam saat terbesit di pikiran nya adalah Wahyu.
kenapa dia yang muncul? gumam Lita dalam hati.