"s****n banget sih tuh orang. Gue harus bikin perhitungan." kata Lara dengan nada geram. Ia masih mengoleskan kapas basah ke sudut bibir Kamal yang membiru. Mereka memang terpaksa tidak mengikuti pelajaran pertama karena guru yang saat itu mengajar kaget melihat kodisi Kamal. Guru itu akhirnya menyuruh Kamal mengobati lukanya di UKS dan laki- laki itu bertemu Lara di koridor sekolah. "Lo nggak usah berurusan lagi sama dia, ya." Kamal mengusap kepala Lara. Mata gadis itu menyipit. Ia menatap Kamal dengan tatapan menyelidik. "Kenapa? Lo mau ngalah cuma karena kayak gini? Kalau lo nggak mau maju, biar gue yang maju." kata Lara dengan nada berapi- api. "Bukan gitu, gue nggak mau lo kenapa- kenapa. Cukup gue yang berurusan sama dia."

