Bara menatap satu nomor di ponselnya. Nomor kontak dalam data pribadi Clara di lembaga belajar tempat Ciara mengajar. Ia tidak tahu nomor itu nomor siapa, nomor ibunya kah, atau malah mungkin nomor ayahnya. Ada satu nomor telepon lagi yang terdaftar di sana, namun itu adalah nomor rumah. Sudah bermenit- menit Bara menatap layar ponselnya. Menimbang haruskah ia menekan tombol panggil untuk tahu itu nomor siapa. Bara diliput kebingungan. Haruskan ia melakukan itu. Haruskan ia meminta penjelasan pada ayahnya. Haruskah ia kembali masuk ke kehidupan ayahnya yang sudah tampak sempurna. Sedikit otaknya menyatakan bahwa ini salah. Ia seharusnya menghentikannya sebelum semuanya terjadi terlalu jauh. Bara seharusnya sudah cukup puas hidup bersama Irawan. Ia se

