Fokus Ciara dari layar laptopnya teralihkan saat mendengar ponselnya berbunyi. Ia mengambil benda pipih yang tergeletak di atas meja dan membaca pesan yang masuk. Bara : Udah tidur belum? Ciara mengetik- ngetikkan ibu jarinya di atas layar untuk membalas pesan yang masuk. Ciara : Belum. Tapi gue lagi nggak mau di ganggu. Ciara meletakan ponselnya ke atas meja lalu fokusnya kembali ke layar yang ada di depannya. Di depan gerbang rumah Ciara, Bara membaca pesan balasan gadis itu. Ia tahu ada yang tak biasa dari gadis itu. Biasanya gadis itu akan tetap menemuinya meski kesal setengah mati. Bara akhirnya menyalakan mesin mobil dan pergi dari rumah itu. Ia menuruti keinginan Ciara untuk tak menganggu gadis itu.

