Esok paginya Daniel memagut bibir Soraya. Entah kenapa akhir-akhir ini dia merasa gairahnya menyulut setiap kali melihat istrinya. Aneh! Namun, sayangnya, mereka tidak bisa melakukannya karena Andrew sudah mengetuk pintu dan meminta dibuatkan steak humberger. “Ayo, Mah, buatkan aku steak humberger.” Andrew menggoyang-goyangkan jari tangan Soraya. “Ndrew, kamu bisa menunggu sampai lima belas menit ya, Sayang.” Daniel berkata merasa terganggu akan rengekan Andrew. “Tidak mau, Pah! Andrew maunya sekarang.” “Oke!” Soraya menatap Daniel. “Aku buat steak humberger dulu ya.” “Ya,” dengan berat hati Daniel mengangguk. Saat Soraya membuat steak humberger di dapur, Andrew menonton televisi di ruang tamu. Daniel

