Keheningan menyelimuti kedua orang itu. Mereka saling menatap tanpa mengeluarkan sepatah katapun selama beberapa saat lamanya. “Apakah ada kesempatan untukku bisa bersamamu?” tanya Jim. “Aku menyukaimu kalau aku tidak benar-benar menyukaimu aku tidak akan keluar dari kantor. Aku tidak akan membelikanmu gaun dan memperkenalkanmu pada mamahku.” Soraya tidak tahu harus berkata apa. Yang jelas hatinya memang bukan untuk Jim. Jim mengulurkan lehernya mendekati wajah Soraya dan saat dia tidak lagi berjarak dengan Soraya, Jim meraih bibir Soraya. Saat Jim melumat bibirnya, yang terpikirkan di otak Soraya hanyalah Daniel. Tapi, dia tidak bisa menolak ciuman Jim. Dia seperti terhipnotis, tubuhnya kaku tak bergerak sampai kesadaran mengambil alih di

