Soraya tidak bisa menolak permintaan Daniel karena beberapa detik setelah gumamannya, bel pintu apartementnya berbunyi. Daniel berdiri di sana dengan kedua tangan yang terbenam di saku celananya. “Kamu...” Daniel masuk begitu saja ke dalam apartement. “Di luar dingin sekali. Aku tadi pergi ke kedai minuman dan saat aku pulang aku melewati apartementmu. Jadi, kupikir tak ada salahnya untuk mampir kan?” “Memang tidak ada salahnya, tapi mampir di jam dua pagi itu termasuk tindakan kriminal.” Celoteh Soraya. “Kriminal?” sebelah alis Daniel terangkat ke atas. “Apakah saat kita berdua berada di atas sofaku juga termasuk tindakan kriminal?” godanya yang sukses membuat wajah Soraya memerah. “A-apa kamu bilang? Kenapa kamu suka sekali

