BAB 12

1335 Words

            “Kamu membuatku tertekan, Niel.” Soraya meletakkan secangkir kopi itu dengan kasar di atas meja.             “Sejak kapan aku membuatmu tertekan?” Daniel berkata santai.             “Sejak—“ Soraya mengingat sejak kapan dia mulai tertekan karena Daniel. Sejak pelukan itu... atau sejak Daniel mengakuinya sebagai kekasihnya di depan Kris?             “Kamu bahkan tidak bisa menjawabnya. Oh ya, kamu belum sarapan kan? Kita sarapan, yuk!”             Soraya meninggalkan Daniel tanpa menjawab ajakan Daniel untuk sarapan bersama. Dia masih kesal atas apa yang Daniel katakan di depan Kans, Loli dan Sasa. Apalagi Daniel juga sengaja memancing asumsi Kris dengan pernyataannya yang ambigu itu.             Seseorang mengetuk pintu ruangannya.             “Masuk saja.” kata Daniel s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD